Jumat, 24 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis11 April 2024, Peringatan Santo Stanislaus, Uskup dan Martir

Selain itu membela orang kecil dan miskin serta memperhatikan kehidupan para imam. Pada akhirnya ia dibunuh sebagai martir

Editor: Rosalina Woso
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - RD. Ambros Ladjar menyampaikan Renungan Harian Katolik Kamis11 April 2024 dengan judul Peringatan Santo Stanislaus, Uskup dan Martir. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Kamis11 April 2024 dengan judul Peringatan Santo Stanislaus, Uskup dan Martir.

Renungan Harian Katolik Kamis11 April 2024 dengan judul Peringatan Santo Stanislaus, Uskup dan Martir ditulis oleh RD Ambros Ladjar dan mengacu dalam Bacaan. Kisra 5: 27-33 dan Injil: Yoh 3: 31-36

Pekan II Paska, 11 April 2024. Bacaan. Kisra 5: 27-33.

Peringatan Santo Stanislaus, Uskup dan Martir (1030-1079).

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 8 April 2024, "Rencana Allah untuk Keselamatan Manusia"

Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya. Yoh 3: 31-36

Banyak orang baru mulai menyadadari ketika usianya semakin tambah tua. Dapat dipahami bahwa seiring dengan itu daya ingatanpun semakin menurun.

Dari sebab itu banyak bidang tugas dan tanggungjawab di dunia usaha apapun bentuknya mulai pulan-pelan dialihkan kepada generasi penerus mereka. sebagai proses regenerasi yang baik.

Inilah salah satu bentuk nyata perhatian dari orangtua yang menyerahkan segala sesuatu demi masa depan hidup yang lebih cerah.

Yohanes tekankan perannya sebagai bentara keselamatan di hadapan para muridnya dengan memperkenalkan identitas Diri Yesus sebagai Mesias.

Sesungguhnya sudah banyak mujizat yang diadakan Yesus di seputar kebangkitan-Nya akan tetapi Yohanes sepertinya gagal fokus melihat fakta itu. Yohanes lebih konsentrasi melihat Keilahian Yesus Anak Allah. Yesus sebagai Anak Allah berbeda dengan para pemimpin dunia manapun.

Sebab DIA berasal dari surga, sedangkan mereka yang hebat di bumi ini berasal dari dunia. Itulah sebuah perbedaan jelas tapi anehnya bahwa tak seorangpun yang mau menerima kesaksian Yesus. Sejatinya jika mereka terima kesaksian Yesus maka mereka mengakui bahwa Allah itu benar adanya.

Yesus adalah Allah yang berkenan menjadi manusia. Mengimani Yesus berarti kita menerima DIA sebagai Anak Allah dari Surga yang berkenan menjadi Manusia. Dua status yang erat melekat pada diri Yesus. Dengan ini banyak yang menunjukan jalan kesaksian yang benar.

Tugas pengabdian mereka sukses karena percaya akan penyelenggaraan Tuhan. Ketika orang hanya berjuang dengan hanya melihat aspek kemanusiaan Yesus maka pincang jalan hidupnya.

Petrus dan teman-temannya tunjukan keteguhan iman kepada kita ketika bersaksi di depan Mahkama Agama. Mereka berani biarpun diintimidasi karena lebih taat kepada kehebatan Allah.

Hari ini gereja memperingati santo Stanislaus yang lahir di Polandia. Sejak tahun 1072 ia menjadi uskup di Kroasia dan berusaha keras memperjuangkan kebebasan gereja dan martabat umat manusia.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved