Tokoh NTT

Profil Tokoh NTT Herman Musakabe: Masih Aktif Menulis pada Usia 84 Tahun

Tidak banyak mantan pejabat tinggi sipil maupun militer di negeri ini yang aktif menulis meskipun sudah purbabakti dan berusia lanjut seperti beliau.

|
Penulis: dion db putra | Editor: Dion DB Putra
DOK POS KUPANG.COM
Gubernur NTT periode 1993-1998, Herman Musakabe. 

POS-KUPANG.COM - Herman Musakabe bisa dilukiskan sebagai tokoh Nusa Tenggara Timur (NTT) yang luar biasa.

Gubernur NTT periode 1993-1998 itu masih aktif menulis artikel untuk konsumsi publik meskipun usianya sudah tidak muda lagi.

Pada tahun 2024 ini pria kelahiran Padalarang Jawa Barat, 18 Juli 1940 tersebut akan berusia 84 tahun.

Tidak banyak mantan pejabat tinggi sipil maupun militer di negeri ini yang tetap aktif menulis meskipun sudah purbabakti dan berusia lanjut seperti beliau.

Sampai hari ini Herman Musakabe masih mengirim artikelnya untuk rubrik opini di Harian Pos Kupang baik versi cetak maupun online.

Artikel teranyarnya dipublikasikan Pos Kupang pada 20 Maret 2024 berjudul Kamu Harus Memberi Mereka Makan. Tema tulisan ini terkait Pilres 2024 dan tawaran program dari calon presiden terpilih.

Pada bulan Oktober 2023, Herman Musakabe menulis artikel berjudul Pemilu dan Tantangan Kebangsaan Kita. Dia membedah masalah pemilu dan kondisi sosial kemasyarakatan.

Ciri khas tulisan Herman Musakabe mudah dimengerti khalayak. Masalah pelik dijelaskan secara sederhana dan mudah dicerna.

"Dion saya akan kirim tulisan lagi ke Pos Kupang," demikian pesan singkat via WA kepada Pos Kupang bulan Maret 2024 lalu.

Putra Ngada kelahiran Jawa Barat

Herman Musakabe merupakan putra Ngada (Flores) kelahiran Padalarang, Bandung, Jawa Barat pada 18 Juli 1940.

Herman Musakabe merupakan purnawirawan TNI Angkatan Darat. Jabatan terakhir di militer adalag Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Pada tahun 1993 dia terpilih sebagai Gubernur Nusa Tenggara Timur kelima setelah WJ Lalamentik, El Tari, Ben Mboi dan Hendrik Fernandez.

Herman Musakabe memimpim NTT selama lima tahun didampingi wakil gubernur S.H.M Lerrick (1993-1998).

Herman Musakabe merupakan Gubernur NTT yang mempelopori pemakaian tenun ikat bagi seluruh PNS sehingga motif tenunan NTT berkembang pesat hingga saat ini.

Pada masa kepemimpinannya PNS wajib memakai seragam motif tenun ikat NTT pada setiap hari Kamis dan Jumat.

Di luar hari tersebut PNS mengenakan seragam kheki atau seragama Linmas. Warisan Herman Musakabe lestari hingga saat ini bahkan ditiru daerah lain di Indonesia.

Ia mengatakan, pemakaian busana tenun ikat NTT yang sudah berjalan 30 tahun patut kita syukuri. "Kita jaga dan lestarikan sebagai ciri khas budaya daerah Flobamora tercinta sekaligus bantu ekonomi rakyat kecil," ujarnya. 

Herman Musakabe terkenal dengan diksi manusia kaya arti. Manusia yang selalu berpikir positif dan karyanya berguna bagi sesama.

Dia menggelorakan 7 Program Strategis Pembangunan NTT yakni Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penanggulangan Kemiskinan, Pembangunan Ekonomi,
Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK, Penataan Ruang, Pengembangan Sistem Perhubungan, dan Pengembangan Kepariwisataan.

Warisan Herman Musakabe lainnya adalah nikah massal. Bersama istrinya Agnes Jeanette, mereka mendorong nikah massal di berbagai daerah di NTT saat itu.
Program ini pun masih bertahan sampai sekarang.

Buah tangan pembanguan fisik yang ditinggalkan Herman Musakabe adalah GOR Flobamora di Oepi yang berkapasitas 7.000 orang untuk olahraga indoor dan pertemuan berskala besar. 

Herman Musakabe juga membangun Aula El Tari di komplek Kantor Gubernur NTT, Jl. El Tari Kupang yang digunakan sebagai tempat pertemuan.

Pada masa itu Herman Musakabe juga membangun arena promosi kerajinan rakyat id Kelurahan Fatululi, Kota Kupang untuk kegiatan publik. 

"GOR Flobamora dan Aula El Tari masih berfungsi tapi Arena Fatululi sudah beralih fungsi menjadi mall (Lippo Mall) dan RS Siloam," katanya kepada Pos Kupang, Oktober 2023. 

Setelah menyelesaikan tugasnya sebagai gubenur NTT tahun 1998, Herman Musakabe kembali ke Bandung, Jawa Barat. Herman Musakabe tidak tertarik terjun ke dunia politik meskipun kala itu usianya masih terbilang muda. (*)

Biodata singkat

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved