Berita Nusa Tenggara Timur

Turbin PLTAL di Jembatan Pancasila Palmerah Larantuka tak Merusak Biota Laut

turbin PLTAL (Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut) di Jembatan Pancasila Palmerah Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur ramah lingkungan

Penulis: Kanis Jehola | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/HO-
LATIEF GAU - Direktur Utama PT. Tidal Bridge Indonesia, Latief Gau 

POS-KUPANG.COM – Direktur Utama PT. Tidal  Bridge Indonesia, Latief Gau mengatakan, turbin PLTAL (Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut) yang dipasang di Jembatan Pancasila Palmerah Larantuka, Ibukota Kabupaten Flores Timur merupakan turbin ramah lingkungan.

Turbin itu nantinya tidak merusak biota laut, termasuk ikan- ikan yang ada  di selat tersebut.

Latief Gau menjelaskan hal itu dalam rapat dengan Deputy I KSP, Febry Calvin Tetelepta di Ruang Rapat Utama Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden, Jalan Majapahit , Gambir - Jakarta Pusat pada Selasa , 26 Maret 2024 pukul 10.00 WIB.

Rapat yang diinisiasi oleh pemerintah pusat melalui Deputy I Kepala Staf Presiden Republik Indonesia yang membidangi Infrastruktur , Energi dan Investasi, Febry C. Tetelepta ini dihadiri oleh Kementerian PUPR (Direktorat Jembatan), Kementerian ESDM, PT. PLN (Direktur Perencanaan  Korporat dan Pengembangan Bisnis), Dirut PT. Tidal Indonesia , Pemda NTT ( Kepala Bappeda NTT, Kadis PUPR NTT dan Kadis ESDM  NTT).

Ketiga agenda yang dibahas tersebut, yakni  rencana pembangunan PLTAL ( Pembangkit Listrik Tenaga Arus laut ) Larantuka;  pembahasan usulan pembangunan Jembatan Selat Larantuka ( Jembatan Pancasila Palmerah ) untuk mendukung PLTAL Larantuka; dan pembahasan potensi dukungan dan kerja sama dalam rangka percepatan pembangunan PLTAL Larantuka.

Baca juga: Pemerintah Pusat Dorong Realisasikan Pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah di Larantuka

Penjelasan Latief Gau dalam rapat tersebut kembali dijelaskan oleh Kuasa Direktur PT Tidal Bridge Indonesia Larantuka, Dr. Ir. Andre W  Koreh, MT kepada wartawan di kantornya, Kamis (28/3/2024) siang.

Gambar di atas adalah Screw Turbin yang disetujui oleh Green Peace
TURBIN – Gambar di atas adalah Screw Turbin yang disetujui oleh Green Peace karena ramah lingkungan. Sedangkan gambar di bawah adalah turbin bisa digeser masuk atau ditarik keluar jika ada maintenance turbin yang rusak. Turbin ini mirip laci meja.

Menurut Latief Gau, turbin yang akan dipasang di Jembatan Pancasila Palmerah Larantuka nantinya adalah Screw Turbin. Turbin ini adalah pilihan turbin yang ramah lingkungan dengan diameter sekitar 8 meter sehingga  memenuhi standar green peace. Keberadaan turbin ini tidak mengganggu atau merusak biota laut termasuk ikan- ikan yang ada  di selat tersebut.

Teknologi yang digunakan, jelas Latief Gau, adalah memasang turbin dengan digantung di badan jembatan dengan model seperti  “ laci meja.”

Untuk pemeliharannya bisa dimasukkan dan dikeluarkan dari bawah kolong jembatan.

Panjang  Jembatan Pancasila Palmerah Larantuka adalah 800 meter, terdiri dari 250 meter arah Larantuka dan 150 meter arah Adonara adalah Jembatan Sipil ( civil Bridge ).

Baca juga: Kendala Kebijakan Hambat Progres PLTAL Jembatan Pancasila-Palmerah Adonara

Sedangkan 400 meter di tengah -tengah jembatan adalah Jembatan Tidal ( Tidal Bridge ) dimana di segmen 400 meter inilah , turbin akan digantungkan untuk menghasilkan energi listrik.

Teknologi arus laut ini adalah teknologi yang sudah proven sistem atau sudah digunakan di beberapa negara sejak abad 12 di Belanda ,di United  Kingdom, Perancis , Portugal dan Korea.

Dalam perjalanannya ,  turbin yang digunakan terus berkembang.  Dari semula   turbinnya ditanam di dasarlaut menjadi  turbin yang mengapung di permukaan laut.

Latief Gau mengatakan, potensi arus laut di dunia mencapai 7.800 TWH. Artinya masih banyak energi  arus laut yang belum dieksplorasi secara maksimal sebagai energi  untuk kepentingan manusia.

Sementara di Indonesia, demikian Latief Gau, potensi arus laut juga sangat besar mengingat kondisi geografi Indonesia yang berpulau pulau dan diapit dua samudra , sehingga di antara selat-selatnya terdapat arus laut yang sangat besar untuk digunakan sebagai energi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved