Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Maret 2024: Pergi ke Galilea

Galilea adalah tempat di mana Yesus memulai tugas pewartaanNya sekaligus menetap di Nazareth yang di Galilea itu.

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik untuk Hari Sabtu 30 Maret 2024 

Oleh : Bruder Pio Hayon, SVD *)

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul, Pergi ke Galilea.

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD Hari Sabtu Suci merujuk pada Bacaan I:Kej. 1: 1-2:2, Bacaan II: Kej. 22: 1-18, Injil : Mat. 28: 1-10

Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Katolik yang ditulis, Bruder Pio Hayon SVD hari ini.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Galilea adalah tempat di mana Yesus memulai tugas pewartaanNya sekaligus menetap di Nazareth yang di Galilea itu.

Yesus juga memanggil para muridNya di Galilea itu  dan menghabiskan waktuNya bersama mereka di sana. Galilea adalah kota kecil tetapi di sanalah Yesus memulai semua tugasNya.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini kita memasuki Sabtu Suci. Pekan Suci dalam tahun Kristen adalah masa satu minggu tepat sebelum hari Paskah. Rujukan tertua terhadap kebiasaan untuk menandai minggu ini secara keseluruhan dengan perayaan-perayaan khusus ditemukan dalam Konstitusi Rasuli (ayat 18, 19), yang berasal dari paruhan yang belakangan dari abad ke-3 M.

Dalam teks ini orang-orang Kristen diperintahkan untuk berpantang anggur dan daging selama hari-hari ini, sementara pada hari Jumat dan Sabtunya mereka berpuasa penuh. Dionisius Alexandrinus dalam surat kanoniknya (260 M), merujuk kepada keenam hari puasa itu dan menyiratkan bahwa pada masanya itu masyarakat telah terbiasa untuk melaksanakannya.

Ada yang menyatakan bahwa perintah untuk berpantang melakukan kegiatan dalam masyarakat selama tujuh hari tepat sebelum Minggu Paskah dan juga tujuh hari sesudahnya berasal dari dari Konstantin. Namun, Codex Theodosianus, jelas memerintahkan bahwa semua tindakan yang berkaitan dengan hukum harus dihentikan dan pintu-pintu gedung pengadilan ditutup selama 15 hari itu.

Tentang hari-hari tertentu dari "minggu yang besar" itu, yang pertama menjadi sangat menonjol sudah tentu adalah hari Jumat Agung. Berikutnya adalah Sabbatum Magnum (Sabtu Sunyi atau Malam Paskah) yang dirayakan oleh umat yang tidak tidur semalaman.

Di kalangan gereja perdana hari ini dihubungkan dengan pengharapan akan advent yang kedua Yesus Kristus yang diyakini akan terjadi pada suatu Minggu Paskah. Dan dalam perayaan Sabtu Suci atau Malam Paskah itu dengan tiga bagian penting yakni: ibadat cahaya lilin paskah, pembaruan janji baptis, dan ekaristi.

Dalam perayaan ini, teks injil yang diambil dari Injil Mateus mengisahkan tentang kebangkitan Yesus dan Maria Magdalena dan teman-temannya adalah orang-orang pertama yang mengetahui kabar sukacita kebangkitan Tuhan dengan sebuah pesan dari Yesus: “Jangan takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat  29 Maret 2024 : Salib Tanda Cinta yang Sempurna

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 29 Maret 2024:  Kisah Sengsara Tuhan

Kisah kebangkitan Yesus itu menjadi satu catatan paling mengangungkan dan memberi isyarat akan betapa besar kasih Allah kepada manusia lewat PuteraNya. Dan semakin menarik adalah yang mendapat berita pertama dari peristiwa ini adalah Maria Magdalena dan teman-teman perempuan yang datang ke kubur Yesus.

Kebangkitan Tuhan diwartakan pertama oleh orang-orang yang dianggap lemah dalam masyarakat Yahudi yakni perempuan. Namun Tuhan menggunakan mereka sebagai alat untuk mewartakan kebangkitan PuteraNya. Tuhan bahkan dalam kemegahan dan kemahakuasaanNya masih tetap menggunakan hal-hal sederhana dan yang tak diperhitungkan oleh manusia tapi digunakan oleh Allah untuk mewartakan kebenaranNya.

Selain itu, pesan Yesus kepada para muridNya yang di sapa sebagai saudara-saudaraNya itu untuk pergi ke Galilea dan di sanalah mereka akan bertemu dengan Dia. Bagi Yesus, Galilea adalah tempat paling nyaman bagi para muridNya agar mereka tidak dihinggapi oleh rasa takut yang berlebihan di Yerusalem.

Karena di Galilealah Yesus memanggil mereka menjadi muridNya. Di Galilealah mereka selalu bersama-sama menjalani tugas pewartaanNya. Di Galilealah Yesus mengajarkan mereka ajaran-ajaranNya. Dan di Galilealah mereka menyaksikan semua perbuatan-perbuatan besar yang dikerjakan oleh Yesus guru mereka.

Maka Yesus mau mereka kembali ke tempat di mana dipanggil untuk tugas yang besar itu karena sesudah ini, tugas mereka sesuai yang telah diajarkan kepada mereka. Begitu juga dengan kita.

Paskah Tuhan ini mengajarkan kita juga untuk kembali ke jati diri kita yang sebenarnya sebagai orang yang dipanggil Tuhan untuk menjadi murid-muridNya dan siap menjadi saksi akan kebangkitan dan kebenaranNya dan tidak tinggal dalam kesesatan duka salib Yerusalem.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama: Yesus telah bangkit atas kehendak Bapa untuk menjadi yang pertama dari semua ciptaan.

Kedua, kebangkitan Tuhan dalam kemegahan dan kemahakuasaanNya tapi menggunakan orang kecil untuk menjadi pewarta kebangkitanNya.

Ketiga, dan kita diminta untuk kembali ke Galilea saat kita dipanggil menjadi saksiNya.

*) Bruder Pio Hayon, SVD adalah Dosen STPM Santa Ursula Ende, Konselor dan Koordinator Bruder Subzonal Indo-Leste

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved