Paskah 2024
Paskah 2024, Prosesi Jumat Agung, Ribuan Umat Fatubenau Atambua Bawah Salib dari Bahan Bekas
masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya dari sampah plastik, guna mewariskan tanah yang subur bagi generasi mendatang.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ribuan umat Katolik Paroki Santo Agustinus Fatubenao, Kabupaten Belu mengikuti prosesi jalan salib dalam rangka peringatan Jumat Agung.
Dalam prosesi ini, umat mengikuti 14 perhentian yang menggambarkan kisah sengsara Yesus Kristus, sambil membawa salib yang dibuat dari berbagai bahan bekas, terutama sampah plastik. Jumat, 29 Maret 2024.
Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Agustinus Fatubenao, Adol Seran, menjelaskan bahwa prosesi jalan salib ini merupakan bentuk sikap tobat dan refleksi umat.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam festival jalan Salib ini sejalan dengan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP), yaitu mengembangkan ekonomi ekologis, yang menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan.
Baca juga: Kadis Peternakan Belu Sebut Tim Vaksinator Ujung Tombak Penanganan Rabies
Ia menyatakan bahwa dari tema itu, mengangkat tema tersendiri 'Kita Jaga Bumi, Bumi Jaga Kita', sehingga menginspirasi umat untuk membuat salib dari sampah plastik sebagai upaya melestarikan lingkungan.
Kata dia, festival jalan salib ini telah menjadi tradisi sejak tahun 2018, 2019, dan baru kembali dilaksanakan pada tahun 2024.
Adol Seran berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, khususnya dari sampah plastik, guna mewariskan tanah yang subur bagi generasi mendatang.
Sementara Pastor Moderator OMK St. Agustinus Fatubenau, Romo Pridensius Naikofi, Pr, juga menekankan bahwa prosesi jalan Salib ini juga mau mengajak seluruh umat agar tetap merawat dan menjaga bumi.
"Saya ingin mengajak umat, terutama anak-anak muda, untuk memahami pentingnya menjaga dan merawat bumi, terutama dari sampah-sampah plastik, agar kesuburan tanah tetap terjaga," tambahnya.
Salah satu umat Fatubenau, Yohanes Kleopat, berharap bahwa festival jalan salib ini dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk menjaga kebersihan lingkungan, baik dari dalam rumah maupun di sekitar lingkungan.
Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dalam merayakan peringatan Hari Paskah demi kemajuan bangsa dan negara. (Cr23)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.