Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 28 Maret 2024 : Hendaklah Kamu Saling Cinta Allah di Sana

Renungan ini merujuk pada Bacaan I : Keluaran 12:1-8,11-14, Mazmur 116:12-13,15-16bc,17-18, 1Korintus 11:23-26, Yohanes 13:1-15

Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO-RP. Jhon Lewar SVD
RP.Jhon Lewar SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk Kamis 28 Maret 2024 

Oleh : RP. John Lewar SVD *)

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis RP. John Lewar SVD Hari Kamis Putih Perjamuan Malam Tuhan diberi judul, Hendaklah Kamu Saling Cinta Allah di Sana.

Renungan ini merujuk pada Bacaan I : Keluaran 12:1-8,11-14, Mazmur 116:12-13,15-16bc,17-18, 1Korintus 11:23-26, Yohanes 13:1-15

Berikut ini teks lengkap Renungan Harian Katolik yang ditulis oleh RP. John Lewar SVD hari ini

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Pada hari ini kita memulai Tri hari suci. Tri hari suci yang pertama ini adalah hari Kamis Putih. Kita semua mengenang Perjamuan Tuhan Yesus bersama para
murid-Nya. Ada dua hal yang kita kenang dalam perayaan Ekaristi kita yakni perjamuan atau makan bersama dan pembasuhan kaki. Kedua hal ini merupakan tindakan nyata Yesus yang menunjukkan kasih-Nya yang senantiasa kepada para murid-Nya.

Ia mengasihi mereka sampai tuntas. Apa yang dilakukan Yesus pada saat sebelum makan bersama? Santo Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus memberi kesaksian yang autentik bahwa pada malam perjamuan terakhir, sebelum Tuhan Yesus diserahkan, Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkan dan sambil menunjukkan kepada mereka Ia berkata: “Inilah Tubuh-Ku, yang diserahan bagimu. Perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku.”

Hal yang sama dilakukan Yesus ketika Ia mengambil cawan, Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru bagi yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku.” Maka bagi santo Paulus, Ekaristi juga bertujuan untuk mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang.

Kesaksian Santo Paulus ini merupakan sebuah kesaksian yang paling tua tentang Ekaristi. Sesuai dengan kesaksian ini maka setiap kali merayakan Ekaristi, fokus perhatian kita adalah pada sosok Yesus yang senantiasa mengasihi kita dengan perkataan-perkataan-Nya (Liturgi Sabda) dan Ekaristi untuk mengenang Tuhan Yesus memberi diri-Nya, dalam hal ini Tubuh dan Darah-Nya untuk keselamatan kita (komuni Kudus).

Kita mengenang Tuhan Yesus yang mengasihi kita apa adanya, dan memberikan kepada kita sebuah penugasan untuk mewartakan wafat-Nya sampai Ia datang kembali. Ekaristi menjadi sebuah kenangan akan kasih Kristus yang tidak berkesudahan bagi manusia.

Selain kita mengenang pemberian diri-Nya, hari ini kita juga mengenang pelayanan Yesus yang luar biasa bagi manusia. Yesus adalah seorang pelayan yang sederhana, rendah hati, yang memperhatikan martabat manusia, meskipun manusia itu berdosa. Ia melayani orang berdosa, bersahabat dengan mereka dan menyelamatkan mereka.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 28 Maret 2024: Membasuh Kaki Murid-muridNya

Di malam perjamuan terakhir ini, Yesus memang sudah mengetahui bahwa Dia akan dikhianati oleh Yudas Iskariot. Akibatnya, Ia akan wafat dan bahwa Ia yang berasal dari Allah Bapa akan kembali kepada-Nya. Cinta kasih Yesus senantiasa menyertai mereka. Apa yang Tuhan Yesus lakukan? Ia berlutut di depan manusia yang berdosa dan membasuh kaki mereka.

Yesus sungguh luar biasa. Dia tahu bahwa Yudas Iskhariot akan mengkhianatiNya dan berakibat pada penderitaan hingga wafat-Nya di kayu salib. Dia tahu bahwa Simon Petrus akan menyangkal-Nya tiga kali. Dia tahu bahwa para murid-Nya akan meninggalkan Dia seorang diri dalam penderitaan-Nya. Dia tahu bahwa ada Thomas yang kurang percaya.

Namun demikian Yesus tetap berlutut dan membasuh kaki mereka semua. Ia mengingatkan mereka: “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau kamu memanggil Aku sebagai Guru dan Tuhan membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki, sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang sudah Kuperbuat kepadamu.”

Apa makna Hari Kamis Putih bagi kita. Pertama, Hari Kamis Putih adalah perayaan pengorbanan dan persembahan diri Tuhan Yesus. Sebagai orang Katolik, kita didorong untuk menghargai Ekaristi, tubuh dan darah Kristus, mengikuti perayaan keselamatan setiap Hari Minggu. Ada sebagian umat yang rumahnya dekat Gereja, setiap hari mengikuti Misa, mendengarkan pewartaan Sabda dan menerima hosti kudus.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved