Berita Timor Tengah Utara
Longsor Ancam Kantor Desa Batnes, Kabupaten Timor Tengah Utara, Warga Gotong-Royong Bangun Bronjong
Akibat bencana tanah longsor tersebut, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, kelompok pemuda, kelompok perempuan serta masyarakat desa
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bencana tanah longsor mengancam bangunan Kantor Desa Batnes, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tanah longsor tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tanah longsor tersebut menggerus pondasi bagian belakang Kantor Desa Batnes. Selain itu tanah di sekitar lokasi tersebut juga terancam longsor jika terjadi hujan lebat beberapa waktu mendatang.
Saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Rabu, 20 Maret 2024, Kepala Desa Batnes,Yoseph Tefnai mengatakan, akibat intensitas hujan lebat yang terjadi beberapa waktu terakhir, bencana tanah longsor terjadi di belakang Kantor Desa Batnes tersebut.
Akibat bencana tanah longsor tersebut, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, kelompok pemuda, kelompok perempuan serta masyarakat desa setempat menggelar aksi gotong royong membangun bronjong di belakang bangunan tersebut.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi bencana longsor lebih luas yang mengancam bangunan Kantor Desa Batnes, aula dan PAUD. Aksi gotong-royong ini juga dilandasi oleh semangat memiliki fasilitas umum di Desa Batnes.
Dikatakan Yoseph, pembangunan bronjong ini telah dimasukkan dalam rencana pembangunan. Namun, hingga saat ini anggaran belum dikucurkan.
Mengingat kondisi tanah longsor semakin membahayakan bangunan tersebut maka, pihaknya berinisiatif menggunakan berbagai cara mengantisipasi kerusakan yang lebih besar.
Sementara itu, Ketua BPBD Desa Batnes, Yoseph Suni mengatakan, selama ini longsor terjadi di belakang Kantor Desa Batnes tersebut. Namun kejadian tanah longsor dengan dampak yang cukup besar tersebut kira-kira terjadi sepekan yang lalu.
"Kejadiannya semenjak hujan pertama mulai dia mulai longsor pelan-pelan. Selama satu Minggu hujan langsung dia longsor sampai di bibir pondasi," ujarnya.
Ia menuturkan, untuk sementara pembangunan bronjong tersebut bersumber dari swadaya masyarakat. Diperkirakan kegiatan pembangunan bronjong ini akan berakhir beberapa hari ke depan.
Baca juga: Begini Tanggapan Pengacara Korban Dugaan Pemalsuan Dokumen Warga Desa Napan Timor Tengah Utara
Menurutnya, pada tahun ini petunjuk teknis (juknis) dana desa sudah berubah. Dalam Juknis terbaru ini, dana desa tidak diperuntukkan untuk membangun fasilitas kantor desa dan lain-lain.
Bertolak pada perubahan petunjuk teknis penggunaan dana desa tersebut, Yoseph berharap, Pemerintah Kabupaten hingga ke pemerintah pusat agar Juknis anggaran untuk fasilitas umum tetap dimuat. Sehingga ketika bencana terjadi pada fasilitas umum seperti ini bisa digunakan untuk pembangunan atau perbaikan. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Pelaku Lempar Simon Hingga Meninggal di Desa Fatumtasa-TTU karena Hendak Bacok Ayahnya |
![]() |
---|
Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Letmafo TTU |
![]() |
---|
Terjerat Kasus Korupsi, Mantan Bendahara Desa Nonotbatan TTU Divonis 1,10 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Hari Juang TNI AD, Kodim 1618/TTU Gelar Aksi Donor Darah |
![]() |
---|
Pimpin Upacara Hari Juang TNI AD, Dandim 1618/TTU Titip Pesan Penting kepada Prajurit |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.