Pelajar Sikka Meninggal Tidak Wajar

Marak Kasus Bunuh Diri di Sikka, Prodi Psikologi UNIPA akan Edukasi Kesehatan Mental Pelajar  

Sejak bulan Januari-Maret 2024, tercatat sudah ada lima kasus kematian dengan cara gantung diri dengan korban rata-rata pelajar

|
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Ilustrasi bunuh diri 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Menanggapi maraknya kasus kematian dengan cara gantung di Kabupaten Sikka yang korbannya rata-rata merupakan pelajar, Program Studi Psikologi Unipa Maumere rencananya akan melakukan konseling ke sekolah-sekolah di Kabupaten Sikka. 

Hal itu disampaikan Epifania M Ladapase, M.Psi., Psikolog,  dosen Prodi Psikologi Unipa Maumere saat diwawancarai, Sabtu, 16 Maret 2024. 

"Rencana kedepan yang sedang kami rancang ini mungkin kami akan masuk ke sekolah-sekolah untuk bagaimana menjaga kesehatan mental dan jangka panjang akan melatih siswa untuk menjadi peer konselor/konselor teman sebaya,  jadi mungkin mereka butuh teman yang pas untuk mendengarkan mereka," jelas Epifania. 

Jumlah kasus kematian dengan cara gantung diri di Kabupaten Sikka meningkat di awal tahun 2024. 

Sejak bulan Januari hingga Maret 2024, tercatat sudah ada lima kasus kematian dengan cara gantung diri dengan korban rata-rata pelajar. 

Baca juga: Pelajar Sikka Meninggal Tidak Wajar, Sudah Lima Kasus Sejak Januari-Maret 2024


Kasus kematian dengan cara gantung diri pertama di Kabupaten Sikka yang cukup menghebohkan terjadi di Habihogor, Dusun Watukobu, Desa Watukobu Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Jumat 19 Januari 2024 sekira pukul 01.00 wita.

Korban yang diketahui berinisial HM ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kebun milik ipar korban di Dusun Watukobu, Desa Watukobu.

Kejadian itu awalnya diketahui istri HM sendiri yang saat itu sedang hamil.

Korban ditemukan tergantung di pohon lamtoro dan istri korban yang dalam keadaan hamil sedang berusaha menyelamatkan korban.

Kasus kematian dengan cara gantung diri kedua atau tepat sehari setelah kejadian pertama menimpa FSWM pelajar salah satu SMA ternama di Kota Maumere asal Lembata, Sabtu, 20 Januari 2024.

Kematian dengan cara gantung diri pelajar asal Lembata yang saat itu sedang mengenyam pendidikan di salah satu SMA ternama di Kota Maumere, mengingatkan para rekan korban akan curahan hati (curhat) yang disampaikannya.

Berdasarkan keterangan polisi, korban sempat membagikan cerita keadaan keluarganya yang membuat dirinya terkekang. Korban mengatakan orang tuanya bersikap masa bodoh dengan kehidupannya.

“Selama ini, korban hidup mandiri di asrama. Dia selalu menceritakan perjuangan hidupnya seorang diri,” demikian rilis.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelajar Asal Sikka Meninggal Tidak Wajar


 Korban juga berbagi cerita masalah dengan pacar yang disapanya Nia yang domisil di asrama putri. 

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved