DAS Benenai Meluap
Camat Malaka Barat, Satu Solusi Atasi Banjir Bangun Tanggul
Dikatakan Ambrosius, jumlah penduduk Desa Motaain sekitar 219 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah jiwa sekitar 981 orang.
Penulis: Novianus L.Berek | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Nofry Laka
POS-KUPANG.COM, BETUN- Camat Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, Remigius Bria mengatakan untuk atasi banjir pada wilayah tersebut hanya ada satu solusi yakni pembangunan tanggul.
Pembangunan tanggul dinilai penting untuk mengatasi banjir yang tiap tahun terjadi pada wilayah tersebut.
"Pembangunan tanggul itu mulai dari Sungai Motadelek di Desa Rabasa, dan kedua rehabilitasi tanggul sepanjang Motaulun sampai Busabelo dan pembangunan tanggul dari Busabelo ke arah pantai sekitar 700 meter," sebut Remigius Bria kepada POS-KUPANG.COM, Senin 11 Maret 2024.
Menurut Remigius, bila titik-titik tanggul yang disebutkan tidak dibangun maka sebagus apapun program yang dibangun pada wilayah tersebut tidak akan berhasil karena banjir tiap tahun.
"Padahal sejak tahun 2021 saat Musrembangcam diusulkan untuk pembangunan tanggul pada wilayah itu namun belum saja direalisasi. Musrembangcam itu diperioritaskan untuk pembangunan tanggul pada titik-titik tersebut tapi belum direalisasikan," ungkap Remigius.
Baca juga: BREAKING NEWS: DAS Benenai Meluap, Rendam Rumah Warga dan Lahan Pertanian di Malaka
Sehingga, turun hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Malaka selama dua hari tanpa henti dari Minggu pagi 10 Maret hingga Senin 11 Maret pukul 03.00 dini hari menyebabkan terjadi luapan banjir dari DAS Benenai.
Luapan banjir dari DAS Benenai ini yang menghantam rumah warga dan lahan pertanian di wilayah Kecamatan Malaka Barat khususnya di Desa Sikun, Desa Fafoe, Desa Oan Mane, dan Desa Motaain.
Sementara, laporan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Malaka Stefanus Nahak Klau khususnya di Kecamatan Malaka Tengah di Desa Naimana, Desa Fahiluka, dan Desa Lawalu pun rumah warga dan lahan pertanian ikut terendam banjir tersebut.
"Sesuai pantauan kita, banjir merendam rumah dan lahan pertanian warga. Kita akan sampaikan data-data kerusakan apa saja yang terjadi di lokasi banjir tersebut," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malaka, Stefanus Nahak Klau.
Sementara Pos Kupang memperoleh data kerusakan akibat banjir tersebut dari Kepala Desa Motaain, Ambrosius Klau.
Khususnya untuk Desa Motaain, lahan pertanian diperkirakan 70 hektar baik lahan sawah maupun lahan jagung milik warga ditambah 2 hektar tambak milik warga ikut bocor.
Menurut Ambrosius, wilayah pemukiman kedesaan Motaain semuanya terendam banjir.
"Sementara perangkat desa mendata rumah - rumah warga yang terendam banjir," jelas Ambrosius.
Dikatakan Ambrosius, jumlah penduduk Desa Motaain sekitar 219 Kepala Keluarga (KK) dan jumlah jiwa sekitar 981 orang. (nbs)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.