Berita Ende

Warga Desa Taniwoda Ende Terpaksa Pikul Pasien Sejauh 7 Kilometer Lebih

Emanuel Bata Dede (20) cucu dari pasien bernama Katarina Sare (73) kepada POS-KUPANG.COM saat ditemui di ruang anggrek RSUD Ende

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/TOMMI MBENU NULANGI
Pasien bernama Katarina Sare sedang dirawat di ruang anggrek RSUD Ende setelah dipukul sejauh 7 km, Rabu 6 Maret 2024. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM, ENDE - Warga Kampung Detuhi, Dusun Fatandopo, Desa Taniwoda, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa harus memikul pasien sejauh tujuh kilometer lebih. Pasalnya, akses jalan ke dusun tersebut tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Ende.

Bahkan untuk menuju ke jalan utama tepatnya di pertigaan Desa Rutu Jeja menuju ke Puskesmas Peibenga, warga harus menyeberangi dua kali karena tidak ada jembatan. Kondisi tersebut sudah dialami oleh warga Kampung Detuhi bertahun-tahun.

Emanuel Bata Dede (20) cucu dari pasien bernama Katarina Sare (73) kepada POS-KUPANG.COM saat ditemui di ruang anggrek RSUD Ende, Rabu 6 Maret 2024 menuturkan, kejadian tersebut bermula ketika pada, Selasa 5 Maret 2024 neneknya sakit parah dan harus dirawat di fasilitas kesehatan.

Karena Puskesmas Peibenga letaknya sangat jauh sekitar 20 kilometer, maka ia berinisiatif untuk memikul neneknya yang sudah sekarat. Ia lalu meminta bantuan warga dari dua anak kampung.

"Kami sekitar 40 orang pikul nenek saya ke pertigaan. Jadi kami gantian. Karena kondisi jalan menanjak, maka harus butuh banyak orang," ujarnya.

Setelah sekitar dua jam berjibaku dengan kondisi jalan yang turun naik, tibalah mereka di pertigaan Desa Rutu Jeja. Kebetulan disitu, truk DAK sudah lama menunggu sehingga pasien langsung dibawa ke Puskesmas Lepembusu Kelisoke.

Tiga jam kemudian pasien yang merupakan istri dari Dominikus Sera (74) itu langsung di rujuk ke RSUD Ende untuk dilakukan perawatan lebih lanjut. Di RSUD Ende, neneknya dirawat di ruang anggrek.

Baca juga: Pemkab Ende Kembali Gelar Pasar Murah, Beras 8 Ton Ludes Dalam Sekejap

"Sekarang saya dengan opa dan adik-adik saya menjaga nenek di ruang anggrek karena didiagnosa terkena stroke ringan," ungkapnya.

Ia meminta, pemerintah daerah Kabupaten Ende tidak menutup mata dengan kondisi yang dialami warga di kampung Detuhi. Pemerintah daerah harus mempunyai kepekaan untuk meningkatkan akses jalan disana.

"Kami hanya minta kepada pemerintah supaya meningkatkan akses jalan ke kampung kami. Minimal dibuat rabat supaya mobil bisa masuk kalau musim hujan seperti ini," ujarnya. (tom)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved