Dirjen PP Kemenhum Kunker di Ngada
Dirjen PP Kemenkum HAM RI Terpukau Alam-Budaya Ngada Bisa Jadi Tempat Studi Living Law
pendekatan restoratif, korektif dan rehabilitatit yang berbeda dengan KUHP Belanda yang lebih pada pendekatan
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti
POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Dirjen Peraturan Perundang-undangan (Dirjen PP) Kementerian Hukum dan HAM RI, Asep Nana Mulyana mengaku dirinya terpukau dengan keindahan alam dan budaya Ngada, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Asep Nana Mulyana untuk pertama kali hadir di Ngada Kamis 29 Februari 2024, setelah mendarat Bandara Hasan Aeroboesman, di Kota Ende Kabupaten Ende.
Hari pertama di Ngada, Asep berkunjung ke Manu Lalu, Desa Tiwu Riwu, Kecamatan Jerebu'u, salah satu destinasi yang sudah sangat terkenal.
Selanjutnya dalam perjalanan dari Manu Lalu ke Kota Bajawa, Ibu Kota Kabupaten Ngada, Asep dari dalam kendaraan menikmati segarnya udara dingin dan menikmati pemandangan alam sepanjang perjalanannya.
Baca juga: Kanwil Kemenkum NTT Persiapkan Data Anak Berkewarganegaraan Ganda
Kehadiran Asep di Kota Bajawa, dalam rangka menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Instansi Teknis Daerah NTT yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Ngada, Jumat 1 Maret 2023.
"Saya bilang ke sopir, kaca mobil jangan ditutup dan ac jangan dihidupkan saya ingin menikmati udara segar dan menikmati pemandangan alam," ujar Asep saat Rapat Koordinasi.
Selain keindahan alam dan segarnya udara, Asep mengatakan, dia juga sempat menikmati minuman teh jahe. Menurutnya, jahe di Ngada rasanya sangat unik.
"Ini beda sekali dengan rasa jahe di daerah lain," ujarnya.
Tidak hanya itu, Asep juga tertarik dengan pakaian adat dan tarian adat Ngada, yakni Ja'i saat momen penyambutan di Kantor DPRD Ngada.
Dia mengapresiasi Bupati Ngada Andreas Paru, yang sebelum kedatangannya, mengirimkan beberapa video destinasi wisata di Ngada.
Dalam video itu juga, kata Asep, Bupati Andreas Paru, menegaskan bahwa Ngada itu indah, tidak kalah dengan daerah - daerah di provinsi lain yang sudah dikenal dunia.
"Bapa Bupati bilang begini, Bapa Dirjen, jangan kwatir. Keindahan Ngada, itu tidak kalah dengan Bali, tidak kalah dengan Lombok, termasuk daerag asal saya Jawa Barat," ujar Asep meniru apa yang disampaikan Bupati Andreas kepadanya.
Asep menerangkan, kehadirannya di Ngada dalam kaitan membangun komitmen Kementerian Hukum dan HAM membangun regulasi yang berkualitas, berintegritas serta pencanangan tahun 2024 sebagai tahun Indikasi Geografis.
"Saya sudah empat atau lima kali ke Provinsi NTT. Tapi saya baru menikmati bagaimana NTT hari ini," ucapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.