Berita Timor Tengah Utara

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Timor Tengah Utara Belum Temukan Penyebab Harga Beras Naik

kenaikan harga beras ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara namun semua wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Timor Tengah Utara, Stefanus Oebos 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Timor Tengah Utara hingga saat ini belum menemukan penyebab utama kenaikan harga beras di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Padahal, stok beras di semua pasar maupun di toko beras tidak berkurang. Stok beras selalu memadai sejak harga beras meningkat.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Timor Tengah Utara, Stefanus Oebos saat ditemui POS-KUPANG.COM, 29 Februari 2024.

Para pedagang di sejumlah pasar maupun toko, lanjutnya, mengatakan bahwa, harga beras meningkat sejak diambil dari produsen. 

Baca juga: Pemilu 2024, Prediksi Perolehan Kursi Dapil II Calon Anggota DPRD Timor Tengah Utara, Ada Wajah Baru

Selain didatangkan dari Kota Surabaya, stok beras di Kabupaten Timor Tengah Utara didominasi oleh beras yang didatangkan dari Pulau Sulawesi. 

Selama ini, kata Stefanus, harga beras terus meningkat. Namun, harga beras bantuan dari Bulog yang dijual di pasar rakyat Rp11. 500. 

Meskipun demikian, untuk beras premium dan medium terus meningkat. Saat ini harga beras berada di posisi Rp16.000 dan Rp15.000.

Ia menegaskan, beras Bulog hanya dijual kepada pedagang-pedagang tertentu dan digunakan untuk operasi pasar murah. Operasi pasar murah dilaksanakan untuk menstabilkan harga beras dan bahan pokok lainnya. 

Operasi pasar murah dilaksanakan hampir di semua hari pasar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pangan, Bagian Ekonomi Setda Timor Tengah Utara dan Dinas Perindag.

"Kita boleh melaksanakan ini di setiap pasar tetapi, tetap harga ini tidak pernah turun malah dia merangkak naik,"ujarnya.

Sementara itu, Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Juandi David mengatakan, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara berencana menggelar pasar murah besar-besaran di sejumlah wilayah di Kabupaten Timor Tengah Utara. Hal ini dilakukan untuk menekan harga beras yang meningkat drastis pasca Pemilu 2024.

Pasar murah ini akan digelar setelah Pemda Timor Tengah Utara membangun komunikasi dengan Bulog. 

Pelaksanaan pasar murah ini akan berlangsung rutin selama beberapa waktu ke depan. Dalam sepekan, Pemda Timor Tengah Utara berencana menggelar pasar murah di sejumlah tempat sebanyak 1 hingga 2 kali.

Dikatakan Juandi, kenaikan harga beras ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Timor Tengah Utara namun semua wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved