Opini

Pesan Pemimpin dari Senayan

Calon Presiden Prabowo Subianto dan calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tampil di atas panggung di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (14/2) malam.

Editor: Agustinus Sape
DOK. PRIBADI
Dr. Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA 

Darah Prabowo seolah turun dari sang ayah. Prabowo adalah sosok dan pejuang tangguh. Ia pribadi yang tak mudah patah arang. Latar militer dan pengalaman di jagad politik tak diragukan setelah ia mendirikan Gerindra, salah satu partai yang kelak menjadi lahan pengabdian anak bangsa. Selama karier di dunia politik ia menunjukkan diri sosok pekerja keras dan pantang menyerah bila menyentuh kepentingan bangsa dan negara.

Sebagai seorang pejuang, Prabowo telah membuktikan keberaniannya dalam berbagai medan. Karier militernya yang cemerlang telah menempatkannya sebagai salah satu tokoh yang dihormati dalam dunia militer. Dengan koleksi pengalaman mumpuni, ia telah melewati tantangan yang ujungnya membentuk dirinya pribadi yang kuat dan teguh.

Sedang Gibran adalah sosok anak muda yang melejit namanya saat menjadi Wali Kota Surakarta periode 2021-2026. Gibran adalah putra sulung Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Jokowi. Dua adik kandung yaitu yakni Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep. Saat dilantik menjadi wali kota pada 26 Februari 2021 ia baru menyentuh usia 33 tahun. Gibran disebut-sebut menjadi wali kota termuda dalam sejarah Kota Surakarta.

Gibran masuk Sekolah Menengah Pertama di Solo dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Orchid Park Secondary School, Singapura. Tahun 2007, Gibran merampungkan kuliah di Management Development Institute of Singapore. Ia kemudian masuk Program Insearch di University of Technology Sydney Insearch, Sydney, Australia hingga lulus tahun 2010.

Dunia politik juga menjadi lahan pengabdiannya. Berbekal latar belakang perjuangan bagi orang-orang kecil, wong cilik dan kerinduannya memajukan bangsa dan negara dari daerah merupakan jalan sunyi tanga grasa grusu. Dewi fortuna seolah menggenggam tangan Gibran sebelum akhinya terpilih menjadi Wali Kota Surakarta menggandeng wakilnya, Teguh Prakosa, kader senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota Surakarta.

Perjalanan hidup seseorang adalah misteri Ilahi. Perjuangan dan pengabdian tanpa kenal lelah menjadi satu-satunya bahasa yang tentu dipahami sebagian elite politik. Namun, lahan politik sebagai medan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara bukanlah tanpa onak dan duri. Meski demikian, spirit perjuangan tanpa lelah mesti terus menyala dalam batin.

Para pemimpin, presiden terdahulu sudah meletakkan dasar dan generasi berikut melanjutkan sepenuh hati. Jasa para pemimpin, presiden wajib diapresiasi. Tidak boleh menjadi pemimpin yang seolah terpapar virus amnesia.

Ungkapan doa, terima kasih, apresiasi, nasihat, dan arahan yang diwariskan pendahulu tetap menjadi pegangan siapa pun pemimpin di negeri yang gemah ripah loh jinawi. Persis seperti pesan pidato Prabowo dan Gibran dari Istora, Senayan, Kamis (14/2) malam.

Dr Yosua Noak Douw, S.Sos, M.Si, MA. Lulusan Program Doktor Universitas Cendrawasih, Jayapura. 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM  di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved