Pilpres 2024

MENGEJUTKAN, Sekjen PDIP Beberkan Fakta: Istana Negara Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto tetiba melontarkan pernyataan yang mengejutkan publik di Tanah Air. Bahwa istanda negara kini sedang tak baik-baik saja

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MENTERI TIDAK NYAMAN – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, membeberkan fakta tentang situasi terkini kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi. Bahwa situasi kabinet saat ini sedang dalam kondisi tidak nyaman bagi para menteri yang berseberangan dengan pilihan Jokowi. Kini mereka tak lagi dilibatkan dalam rapat menteri. 

POS-KUPANG.COM – Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto tetiba melontarkan pernyataan yang mengejutkan publik di Tanah Air. Ia mengemukakan bahwa saat ini Istana Negara tak sedang baik-baik saja.

Ia membeberkan fakta itu, setelah mendapatkan curhat dari Menteri Sosial, Tri Rismaharini tentang kondisi internal yang terjadi di Istana Negara berikut para menteri yang berada di sekeliling Presiden Jokowi.

Hasto yang merupakan tangan kanan Megawati Soekarnoputri itu mengungkapkan hal tersebut, menjawab pertanyaan awak media di Media Center TPN Ganjar-Mahfud, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Selasa 30 Januari 2024.

Saat itu, Hasto menirukan ucapan Tri Rismaharini mengenai suasana kerja di kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi. Ia mengatakan bahwa saat ini situasi kerja semakin tidak nyaman.

Ketidaknyamanan itu, katanya, terutuama dirasakan oleh menteri-menteri yang berasal dari partai politik yang kini berseberangan dengan Presiden Jokowi.

Para menteri non Koalisi Indonesia Maju itu, katanya, sepertinya dikucilkan dan sudah tak dianggap lagi. Bahkan setiap kali rapat, selalu diperiksa.

" Ibu Risma menceritakan, bagaimana suasana rapat kabinet. Ketika mau rapat, itu diperiksa, ada unsur-unsur ketidaknyamanan," kata Hasto.

Hasto pun menyinggung langkah Presiden Jokowi yang akhir-akhir ini semakin gencar membagikan bansos tanpa melibatkan Menteri Sosial tersebut.

Menurut Hasto, Presiden Jokowi sengaja tidak mengajak Risma, karena statusnya sebagai menteri dari PDIP. Apalagi PDIP merupakan parpol pengusung pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.

Sementara di pihak lain, Presiden Jokowi diyakini mendukung putranya Gibran Rakabuming Raka, yang berpasangan dengan Prabowo Subianto dan diusung oleh Koalisi Indonesia Maju dalam Pilpres 2024 ini.

"Ini penyalahgunaan politik bansos yang sangat serius, justru ini mencederai rakyat. Dan ini tidak sesuai dengan tata pemerintahan negara yang baik," kata Hasto.

Atas curhatan Risma, Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud ini mengkhawatirkan soliditas menteri-menteri kabinet Jokowi tak lagi seperti dulu.

"Jadi, ada kekhawatiran tidak percaya lagi kepada sesama menteri, sehingga mau rapat saja diperiksanya, waduh sudah berlebihan," ucapnya.

Kendati demikian, menurut Hasto, hal tersebut tidak memengaruhi Risma untuk tetap bekerja.

Sebab, Risma disebut tetap mementingkan rakyat dan bangsa dengan menggunakan integritasnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved