Liputan Khusus
Peserta Putri Dominasi Lomba Pidato Bahasa Inggris Pos Kupang 2024
Lomba tahun 2024 ini merupakan yang ketiga kalinya. Tahun 2022 diikuti 80 peserta, tahun 2023 sebanyak 90 peserta.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kompetisi Pidato Bahasa Inggris ( English Speech Competition ) yang diselenggarakan Harian Pagi Pos Kupang diikuti 244 peserta. Mereka merupakan utusan dari SMA/K dari semua kabupaten di NTT.
Lomba tahun 2024 ini merupakan yang ketiga kalinya. Tahun 2022 diikuti 80 peserta, tahun 2023 sebanyak 90 peserta. Jadi tahun 2024 ini terjadi lonjakan peserta hingga mencapai 244 peserta.
Kegiatan yang mengusung tema "Peace and Democratic Election", "Hoax Free Election", "Young Voters" digelar secara virtual dan dibuka Pimpinan PT Timor Media Grafika, Margaretha Iin Wahyuningrum pada Senin (29/1/2024).
Baca juga: 244 Peserta SMA/SMK se-NTT Ikut Lomba English Speech Competition Pos Kupang
Dalam sambutannya Iin ini mengatakan, kegiatan yang didukung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT itu akan berlangsung selama enam hari mulai dari tanggal 29 Januari sampai 3 Februari 2024.
Lomba Pidato bahasa Inggris itu sebut Iin, tentu tidak bisa berlangsung tanpa dukungan dari para sponsor. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada para juri yang telah mendukung kegiatan.
Kepada para peserta yang sudah memutuskan bergabung Iin mengucapkan terimakasih. "Kalian semua adalah pemenang karena kalian adalah versi terbaik dari diri kalian," sebut Iin.
Ajang lomba debat bahasa Inggris atau English Speech Competition ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bank NTT, Kanwil Kementerian Agama NTT, Orias Petrus Moedak, Fransiskus Go, Frans Aba dan Agromina Group.
Setiap hari kegiatan berlangsung dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 Wita dan sesi kedua pukul 13.00 Wita. Juri dalam kegiatan ini adalah Dosen Bahasa Inggris Universitas Citra Bangsa (UCB), Viktorius P. Feka, Dosen Bahasa Inggris Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Aleksius Madar dan Native Speaker, Tyson Burnett.
Pada hari pertama sesi pagi hari diikuti 19 peserta. Mereka adalah, Ketti Magdalin Nomate dari SMKN 1 Kupang Barat, Yaella Audryanna Fanggi dari SMKN 1 Lobalain.
Crispinus Vigius Wolesmas dari Seminari Sinar Buana, Agustina Putridinda Gori dari SMK Negeri 6 Ende, Klaudia Edelburga dari SMA Negeri 2 Boawae, Marselina Imma dari SMK Pelita Ole Milla, Eleonora Lusia Banda dari SMA Karitas Watuneso, Tristan Aloyana dari SMAN 2 Rahong Utara, Beokina.
Yosep Deo Natalio Yosua Klau dari SMA Negeri Wederok, Apolonia Anita Mbaru dari SMAN Welamosa, Maria Indriani Evelyn Dumur dari SMK Swasta St. Aloisius, Gregoriana Keysha Makung dari SMAN 2 Borong, Fortunata Moi dari SMAN 1 Golewa Were.
Nelia Evangelista Mau Bili dari SMK Cartines Atambua, Teresia Ofelia Sura dari SMAN 1 Nagawutung, Yohanes Juan Botha dari SMA Katolik Santa Teresia Danga, Agustina Wonga dari SMA Negeri Detusoko, Apolonia Febriani dari SMAN 1 Cibal.
Sementara pada sesi kedua yang berlangsung pada siang hari, ESC diikuti 21 peserta, yakni Givani Meishela Wiyatmi Sadukh dari SMAN 1 Kupang, Viona Monica Mau dari SMK Negeri 1 Kupang, Desti Mariana Boymau dari SMKS Reformasi Plus.
Ruth Valerima Baifeto dari SMA Swasta Kristen 1 Soe, Putri Enjelina Yasinta Jaya dari SMA Negeri 1 Pacar, Aryo Kenas Ibrahim dari SMA Katolik Andaluri, Theresia Jelvia Sarmento Dacrus dari SMAS Elpida, Marhareth Rambu Dai Yewang dari SMA N 1 Waikabubak, Petronela Jeani Rudi dari SMK Tiara Nusa.
Yanuaria Andini Hatu dari SMAN 1 Poco Ranaka, Delvasachi Amazia Rambu Roy Molak dari SMA Kristen Pandhega Jaya, January Rain Sangguwali dari SMA Negeri 3 Waingapu, Yunita Aprilia Reva Manek dari SMA Negeri 1 Tasifeto Barat, Eufrencio Quaresma da Silva dari SMA Negeri 1 Kefamenanu, Anggraini Ati dari SMA Negeri 2 Tasifeto Barat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.