KKB Papua

TERUNGKAP, Anggota KKB Papua Ini Gunakan Senjata Buatan Pindad untuk Serang TNI Polri

Pasca Yusak Sondegau tewas tertembak, kini terungkap fakta bahwa anggota KKB Papua tersebut ternyata menggunakan senjata api buatan dalam negeri.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
SENJATA BUATAN PINDAD – Yusak Sondegau, anggota KKB Papua yang tewas ditembak prajurit TNI Polri, ternyata menggunakan senjata api buatan PT Pindad. 

POS-KUPANG.COM – Pasca Yusak Sondegau tewas terkena tembakan, kini terungkap fakta yang mengejutkan publik. Bahwa anggota KKB Papua tersebut ternyata menggunakan senjata api buatan dalam negeri.

Senjata api yang selama ini digunakan Yusak Sondegau adalah senjata buatan PT Pindad. PT Pindad merupakan perusahaan pembuat senjata api.

Adapun produk unggulan PD Pindad, adalah senapan serbu, pistol, munisi berbagai kaliber, Anoa, medium tank Harimau, Maung, juga alat mesin pertanian, ekskavator, dan berbagai produk lainnya.

Dalam kasus Yusak Sondegau, terungkap fakta bahwa selama ini ia menggunakan Senjata SS 1 Buatan Pindad untuk serang Satgas Ops Damai Cartenz.

Terhadap fakta tersebut, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan menegaskan bahwa Yusak Sondegau merupakan  anggota KKB yang saat menyerang pos keamanan, ia menggunakan senjata api jenis SS 1.

Dari laporan yang diterima Yusak Sondegau yang ditembak saat kontak tembak terjadi di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu 21 Januari 2024.

"Yusak Sondegau adalah anak buah Apen Kobogau dan namanya masuk didalam daftar kami," tegas Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan di Jayapura, Rabu.

Diakui, aksi penyerangan yang dilakukan KKB di sekitar Sugapa itu terjadi sejak Jumat 19 Januari 2024 yang diawali dengan menyerang Pos Brimob di Kampung Mamba hingga mengakibatkan seorang anggotanya gugur yakni Bripda Alfandi Steve Karamoy.

Selain menyerang Pos Brimob, KKB juga menyerang Pos Satgas Yonif 330/TD hingga terjadi kontak tembak, dan KKB juga membakar rumah milik warga.

Kontak tembak terjadi hingga Selasa 22 Januari 2024  yang menyebabkan tujuh anggota KKB tertembak, empat orang diantaranya tewas.

Kondisi keamanan di Sugapa saat ini sudah relatif normal namun anggota tetap bersiaga dan waspada.

"Tidak ada penambahan pasukan untuk mengamankan wilayah itu dan pihaknya siap membantu Polri mengembalikan keamanan Sugapa," tegas Mayjen TNI Izak Pangemanan.

Senjata SS 1 ini nyatanya merupakan senapan serbu buatan Indonesia.

Dikutip Gridhot dari Kompas TV dan laman resmi Pindad, senapan serbu SS1 V1 merupakan senapan serbu pertama yang diadopsi langsung dari FN FNC.

“Senapan ini memiliki berat kosong 4.02 kg dan berat isi 4.38 kg. Dengan munisi 5.56 x 45 mm standar NATO dan panjang laras 449 mm,” demikian tertulis dalam keterangan tentang SS1 V1 di laman Pindad.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved