KKB Papua

Pasca Diteror KKB Papua, Warga 6 Desa di Distrik Sagupa Mengungsi ke Pos Yonif 330/TD

Semenjak anggota KKB Papua menyerang pos keamanan yang ditempati Satgas Ops Damai Cartenz, sejak itu pula Kelompok Kriminal Bersenjata menebar teror.

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
MENGUNGSI – Warga enam desa di Distrik Sagupa, kini memilih mengungsi ke Pos Pos Yonif 330/TD yang ada di Distrik Sagupa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Warga memilih mengungsi lantaran KKB Papua menebar teror di tengah masyarakat. 

POS-KUPANG.COM – Semenjak anggota KKB Papua menyerang pos keamanan yang ditempati Satgas Ops Damai Cartenz, sejak itu pula Kelompok Kriminal Bersenjata menebar teror ke tengah masyarakat.

Gegara teror tersebut, saat ini ratusan masyarakat dari beberapa desa di Intan Jaya, terpaksa mencari tempat yang aman.

Mereka memilih untuk mengungsi  ke Pos Yonif 330/TD yang ada di Distrik Sugapa, Papua Tengah. Jumlah pengungsi kini terus bertambah, lantaran warga terus berdatangan dari hari ke hari.

Menurut Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Gusti Nyoman Suriastawa, saat ini terdapat sekitar 500 warga dari enam kampung yang mengungsi di daerah tersebut.

Enam kampung yang terpaksa ditinggalkan warganya, yakni  Kampung Holomama, Soambili, Mamba Atas, Amaisiga, Jalai, dan Kampung Yokatapa. Para pengungsi adalah perempuan, anak-anak dan orang tua.

"Warga yang mengungsi ke Pos Yonif 330/TD terus bertambah. Saat ini jumlahnya sudah sekitar 500 orang yang berasal dari enam kampung itu,” ujar Nyoman dalam keterangan resmi Jumat 26 Januari 2024.

Kedatangan warga ke pos TNI disebabkan oleh ketakutan terhadap serangan KKB yang mungkin terjadi kembali, termasuk pembakaran rumah dan penganiayaan, menyusul tewasnya anggota KKB dalam kontak senjata dengan TNI dan Polri.

"Dari laporan yang diterima, selain ke pos TNI, warga juga mengungsi ke rumah tokoh masyarakat," tambah Nyoman.

Sejak Jumat 19 Januari 2024, KKB dilaporkan melakukan penyerangan dengan menembaki pos TNI-Polri di Sugapa, yang menyebabkan anggota Brimob gugur.

Mereka juga membakar rumah dinas anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya di Kampung Mamba, Distrik Sugapa.

Komandan Satgas Yonif 330/Tri Dharma, Mayor Infanteri Dedy Pungky Irawanto, menjelaskan bahwa aksi KKB tersebut menimbulkan ketakutan pada setidaknya 30 warga setempat, yang kemudian mengungsi ke Pos TNI Satgas 330/Tri Dharma untuk mencari perlindungan.

"Aksi yang dilakukan anggota KKB membuat sedikitnya 30 orang warga setempat ketakutan dan mendatangi Pos TNI Satgas 330/Tri Dharma untuk meminta perlindungan," kata Dedy.

Dedy menambahkan bahwa KKB tidak hanya menyerang aparat keamanan, tetapi juga menyasar masyarakat, merusak fasilitas pemerintah, dan menciptakan situasi keamanan yang tidak kondusif.

Baca juga: TERUNGKAP, Anggota KKB Papua Ini Gunakan Senjata Buatan Pindad untuk Serang TNI Polri

Baca juga: Dikejar Dua Hari Pasca Serang Pos TNI Polri di Sagupa, Anggota KKB Ini Tewas Ditembak

Baca juga: Sebelum Tembak Bripda Steve Karamoy, KKB Papua Bakar 4 Rumah Bansos di Intan Jaya

"Sungguh ironis, pada saat pemerintah berupaya melakukan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Intan Jaya, KKB justru terus melakukan aksi yang merugikan masyarakat," ujar Dedy. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved