Senin, 4 Mei 2026

Berita Kota Kupang

Kawasan Persekolahan di Merdeka Langganan Banjir, Kepsek SMAK Giovani Minta Perhatian Pemerintah

Selain sekolah, warga masyarakat disekitar kawasan tersebut pun mengalami permasalahan yang sama apabila di musim penghujan.

Tayang:
Penulis: Ray Rebon | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Lingkungan SMAK Giovani terendam banjir usai hujan mengguyur Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kawasan persekolahan di wilayah Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang menjadi langganan Banjir dan sampah pada musim penghujan dengan intensitas hujan tinggi.

Sekolah-sekolah tersebut yakni, SMPK/SMAK Giovani Kupang dan SDK Don Bosco 1-4.

Selain sekolah, warga masyarakat disekitar kawasan tersebut pun mengalami permasalahan yang sama apabila di musim penghujan.

Kepala Sekolah SMAK Giovani Kupang, Rm. Stefanus Mau, Pr mengatakan kejadian tersebut sudah terjadi sejak tahun 2020.

Permasalahan itu, menurut Romo Stef karena drainase berukuran kecil dan rusak, sehingga tidak dapat menampung air dan jalan raya menjadi saluran air yang menyebabkan SMAK Giovani dan sekolah lain serta masyarakat sekitarnya terendam banjir.

Untuk itu, Romo Stef dan pihak sekolah lain serta masyarakat disekitar kawasan merdeka berharap adanya perhatian dari pemerintah Kota Kupang maupun Pemprov NTT untuk permasalahan itu.

"Semoga pemerintah ada perhatian akan masalah ini dengan membuat drainase sepanjang jalan Ahmad Yani sampai di Perpustakaan Negara, agar hujan air tidak meluap dan memasuki kawasan sekolah maupun rumah warga sekitar," kata Romo Stef saa ditemui diruang kerjanya, Kamis 25 Januari 2024.

Selain itu, drainase arah kantor Lurah Merdeka pun harus menjadi perhatian pemerintah.

"Selama ini kurang ada perhatian dari pemerintah kota atau provinsi pada hal ini jalan utama," ungkapnya.

Pihak sekolah juga minta perhatian dari pimpinan DPR Kota Kupang dan pimpinan DPR Provinsi NTT akan permasalahan tersebut.

Permasalahan drainase, kata Rm Stef telah disampaikan berulang kali ke pemerintah, namun tidak mendapat respon baik.

Baca juga: Penyidik Kejati NTT Klarifikasi Dokumen Sitaan ke BKAD Kota Kupang 

"Masalah ini sudah disampaikan berulang kali kepada pihak Kelurahan Merdeka dan tetap tidak membuahkan hasil untuk perbaikan drainase atau pemulihan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Swastisari Kupang, Romo Arky Manek mengaku beberapa sekolah dibawah naungan mereka mengalami bencana terendam banjir dan sampah di musim penghujan dengan intensitas hujan tinggi.

Menurut dia, permasalahan itu timbul akibat drainase yang kecil dan rusak.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved