Berita Kota Kupang

Dokter Spesialis Gizi Klinis RS Siloam Kupang Sarankan MP-ASI Tinggi Protein untuk Cegah Stunting

Menurut dr. Salma, idealnya MP-ASI diberikan saar bayi berumur enam bulan karena untuk persiapan ususnya dan organ-organ lain. 

Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Dokter Spesialis Gizi Klinis RS Siloam Kupang, dr. Salmawati Maryati, Head of Outpatient RS Siloam Kupang, dr. Lita Afrianty bersama host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dokter Spesialis Gizi Klinis Rumah Sakit Siloam Kupang, dr. Salmawati Maryati, Sp.GK., menyarankan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tinggi protein untuk mencegah terjadinya stunting pada anak. 

Hal ini diungkapkan dr. Salma dalam Podcast Pos Kupang bersama Head of Outpatient Rumah Sakit Siloam Kupang, dr. Lita Afrianty, yang dipandu oleh host jurnalis Pos Kupang, Ella Uzurasi, Kamis, 25/01/2024. 

MP-ASI, kata dr. Salma, adalah makanan atau minuman pendamping ASI yang bergizi yang dikonsumsi oleh bayi sebaiknya dari umur enam bulan sampai dewasa. 

"MP-ASI itu sebaiknya isinya gizi yang seimbang yang isinya harus lengkap, ada karbohidrat, kemudian ada protein, ada lemak, ada sayuran dan juga ada buah," kata dr. Salma

"Untuk karbohidrat bisa dengan nasi putih, talas, ubi, jagung, kentang, kemudian harus ada lauk, ada protein hewani ada protein nabati jadi misalnya ada ikan, ada tempe tahu kemudian dikasih juga dengan sayuran mungkin ada wortel atau ada bayam atau brokoli. Kemudian harus ada juga minyak sedikit misalnya minyak zaitun, minyak granola, seperti itu dan harus ada juga selingan berupa buah," lanjutnya. 

Menurut dr. Salma, idealnya MP-ASI diberikan saar bayi berumur enam bulan karena untuk persiapan ususnya dan organ-organ lain. 

"Kalau anak itu diberikan cepat MP-ASI nanti bisa saja terjadi diare misalnya, kemudian susah buang air besar, atau mungkin produksi ASI dari ibunya berkurang karena anak sudah lebih banyak mengonsumsi MP-ASI," jelasnya. 

Selain itu, lanjut dia, pemberian MP-ASI yang terlalu cepat bisa menyebabkan alergi karena daya tahan usus belum mampu untuk mencerna makanan. 

Untuk bayi berusia nol sampai enam bulan sebaiknya hanya diberikan ASI saja. Enam bulan ke atas mulai diberikan MP-ASI dengan tekstur yang halus dalam yang tidak banyak, biasanya dimulai dengan empat sendok makan sampai sekitar setengah dari mangkok 250 milliliter. 

Umur sembilan bulan sampai 12 bulan, tekstur MP-ASI yang diberikan sudah bisa lebih kasar dan jumlahnya lebih banyak, setengah mangkok sampai satu mangkok dengan isi yang tetap sama, ada sayuran, nasi, protein dan minyak. 

"Nanti kalau ajak sudah satu tahun keatas bentuk makanan sudah mirip-mirip dengan orang dewasa," ungkapnya. 

Baca juga: Dokter Saraf RS Siloam: Berdamai dengan Epilepsi

dr. Salma menjelaskan, ada yang namanya prinsip pemberian MP-ASI.  Prinsipnya harus aman makanan yang diberikan kepada anak. Sebelum pembuatan harus dengan wadah yang bersih, makanan sebelum diolah harus dicuci bersih kemudian disimpan di tempat yang bersih.

Yang kedua, responsif. Jika melihat anak lapar langsung diberi makan kemudian jika dilihat bayi sudah kenyang maka pemberian MP-ASI juga harus dihentikan. 

Pemberian MP-ASI dengan tinggi protein hewani, kata dr. Salma, akan sangat membantu dalam pencegahan stunting karena dengan konsumsi protein yang cukup, perkembangan otak dan organ-organ tubuh anak akan maksimal. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved