Berita Lembata
Proyek Jalan Dana Inpres Buka Isolasi Wilayah Jalur Tengah Lembata
elalui program Inpres Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah di kabupaten Lembata.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Masyarakat di wilayah Bakalerek dan Belobatang akhirnya tersenyum. Mereka bahagia, lantaran akses jalan di kawasan itu sudah beraspal mulus.
Puluhan tahun lamanya, mereka bermimpi punya jalan yang bagus, namun hal itu seperti mustahil. Barulah di tahun 2023, harapan itu datang.
Melalui program peningkatan jalan daerah, pemerintah pusat kemudian mengucurkan anggaran untuk membangun jalan di sana.
Menurut Kepala Desa Belobatang Yohanes Pascalis Udak, jauh sebelum Lembata otonomi menjadi kabupaten pada tahun 1999, akses jalan dari Desa Bakalerek menuju Desa Belobatang sudah sangat memprihatinkan.
Baca juga: Pemkab Lembata Tetap Proses Tunjangan dan Tambahan Penghasilan Para Guru dari Tahun Sebelumnya
Keadaan itu menurut Pascalis, menjadi pelengkap sempurnanya penderitaan masyarakat pada saat itu karena selain belum punya listrik dan jaringan internet, penduduk di sana juga terisolasi karena akses jalan utamanya sulit dilalui kendaraan.
Sekarang, satu per satu kesulitan warga itu terjawab. Mereka akhirnya menikmati listrik dan jaringan internet. Meski begitu, rasanya belum lengkap jika kawasan yang dikenal sebagai lumbung komoditi itu belum punya akses jalan yang bagus.
Masalah ini kemudian terjawab melalui program Inpres Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah di kabupaten Lembata.
Anggaran dari program itu sebesar Rp.39.042.854.000 untuk mengerjakan ruas jalan sepanjang 13 kilo yang membentang dari simpang Waikomo-Bakalerek-Belobatang.
Pascalis mengaku, intervensi proyek Inpres tahun 2023 ke wilayah Jalur Tengah sangat membantu masyarakat karena akan menghadirkan akses transportasi menjadi lebih cepat dan mudah.
Kepuasan masyarakat terhadap proyek Inpres di Jalur Tengah juga menurutnya sangat tinggi. Pasalnya, intervensi dari anggaran itu utuh untuk menangani pekerjaan hotmiks, rabat bahu jalan hingga saluran air.
Baca juga: Pemda Lembata Apresiasi Turnamen Futsal Antar SD Don Bosco Cup: Kembangkan Bakat dan Minat Anak
Sebagai kepala desa, ia juga puas dengan proyek tersebut. Bahkan dia berujar, kualitas jalan dari program Inpres lebih baik ketimbang proyek dari APBD II dan Pemprov NTT.
“Kita lihat dari dana Inpres ini tingkat kepuasan masyarakat sangat luar biasa, secara kasat mata kita anggap sudah luar biasa, kita bandingkan dengan wilayah lain yang penangananya dari APBD II atau Propinsi agak jauh berbeda dari sisi kualitasnya yang secara kasat mata,” tandas Pascalis.
Dia berujar, jalur tengah khususnya daerah Belobatang merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pertanian. Oleh karena itu, dengan adanya peningkatan jalan daerah, hasil pertanian warga akan lebih gampang di pasarkan ke kota Lewoleba termasuk memudahkan orang untuk masuk ke daerah itu.
“Selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka baru kali ini mendapatkan perhatian yang cukup besar, membuka akses dan kemudahan untuk masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonominya,” ujar Paskalis Udak ketika ditanya wartawan di kantor desa Belobatang, Selasa 16 Januari 2024.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Jalur-Tengah-sangat-membantu-masyarakat.jpg)