Berita Manggarai Timur
Curah Hujan Rendah, Petani di Manggarai Timur Mengeluh
Heri kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024 mengatakan, lahan miliknya seluas 15x35 meter belum juga ditanami jagung.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM, BORONG - Minimnya hujan di wilayah Borong dan Manggarai Timur secara keseluruhan, membuat sejumlah petani belum juga menanam jagung dan tanaman umur pendek lainya.
Salah satunya Heri Sarifrudin, petani asal Toka, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Heri Sarifrudin hingga saat ini masih menunggu hujan untuk menanam Jagung di lahan miliknya.
Heri kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024 mengatakan, lahan miliknya seluas 15x35 meter belum juga ditanami Jagung.
"Saya masih menunggu hujan turun baru bisa tanam di kebun saya ini. Saya hanya tanam ubi dan kacang hijau itu juga bantu pakai siram, karena hujan tidak pernah turun, hujan turun pun hanya gerimis tidak membasahi tanah," ujarnya.
Heri mengaku, jika hujan normal, maka biasanya bulan September lalu sudah ditanam dan sudah panen dan saat ini masuk musim tanam ke dua. Namun, karena tidak ada hujan, belum juga ditanam jagung.
Heri juga mengaku jika tidak ada hujan lagi ke depan, maka ia kehilangan jagung 300 kilogram.
"Kalau sekali panen itu biasanya hasil 300 kg jagung, tapi ini tidak ada hujan memang sehingga saya berpotensi kehilangan penghasilan jagung 300 kg," ujarnya.
Baca juga: Debit Mata Air Turun, Pendapatan UPTD SPAM Manggarai Timur Tidak Capai Target
Heri juga mengatakan, dengan curah hujan sangat minim ini, membuat pendapatan ekonomi keluarga mereka berkurang.
"Jagung itu kalau hasil saya tidak jual, untuk kepentingan makan saja, dengan jagung dapat membantu kami untuk kebutuhan makan setiap hari. Kami berharap agar hujan bisa segera turun, dan pemerintah tolong buka mata perhatikan kami masyarakat kecil ini," tutup Heri.
Tanaman Jagung Milik Agustinus Rudi Petani Manggarai Timur Kerdil dan Mati Karena Tidak Hujan
Kurangnya curah hujan di Borong dan umumnya di wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan banyak tanaman jagung milik petani kerdil, layu dan bahkan mati.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024, di sejumlah kebun jagung milik petani di Desa Nanga Labang, Desa Golo Kantar, dan Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, terlihat ada tumbuh, namun terlihat ada yang sedang layu, tumbuh kerdil dan bahkan ada yang terlihat mati atau kering.
Petani asal Kampung Jati, Desa Nanga Labang, Agustinus Rudi, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024, mengaku sudah dua kali tanam jagung di kebun miliknya seluas 1 hektar. Tanam pertama pada bulan November 2023 lalu, namun semuanya mati dan gagal tumbuh.
Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto Minta Tetap Jaga Situasi Damai
Kemudian pada awal Januari 2024, Ia kembali menanam jagung, namun jagung gagal tumbuh dan sebagian tumbuh kerdil dan layu-layu.
| Theodorus Jevan Kapang, Korban Lakalantas di Peot Borong Terkenal Baik dan Penurut di Sekolah |
|
|---|
| Kapolres Manggarai Timur Ungkap Penyebab Lakalantas Maut di Peot yang Tewaskan Seorang Pelajar |
|
|---|
| Jelang Nataru, Kapolres Manggarai Timur Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Turangga 2024 |
|
|---|
| Prabowo Bangun Gedung Pusat Emergency Unit RSUD Borong Senilai Rp 170 Miliar Melalui Program PHTC |
|
|---|
| Target Redis Tanah 2024 Manggarai Timur 2.625 Bidang, Tim Gugus Tugas Reformasi Agraria Gelar Sidang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Agustinus-Rudi-petani-di-Kampung-Jati-sedang-menunjukkan-kebun-jagung.jpg)