Berita Manggarai Timur
Curah Hujan Rendah, Petani di Manggarai Timur Mengeluh
Heri kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Januari 2024 mengatakan, lahan miliknya seluas 15x35 meter belum juga ditanami jagung.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Eflin Rote
"Saya tanam lagi kemarin awal bulan Januari itu, tapi hasilnya sama juga ini mau mati lagi, babakan ada yang tumbuh kerdil satu-satu saja," ujarnya.
Rudi mengaku ia mengalami kerugian besar, berupa biaya pembelian obat untuk mematikan rumput, biaya pembelian bibit dan juga kerugian terbesar adalah kehilangan penghasilan dari komoditi jagung.
"Saya rugi besar dari biaya beli bibit, beli obat kimia untuk mematikan rumput, dan juga hasil dari jagung ini. Kalau hujan normal saya bisa panen sampai 2 ton jagung sekali panen, tetapi ini sayang sekali," Ujarnya.
Rudi berharap, agar dengan pemberitaan media ini, pemerintah bisa membantu bibit atau bantuan lainya. (rob)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Theodorus Jevan Kapang, Korban Lakalantas di Peot Borong Terkenal Baik dan Penurut di Sekolah |
|
|---|
| Kapolres Manggarai Timur Ungkap Penyebab Lakalantas Maut di Peot yang Tewaskan Seorang Pelajar |
|
|---|
| Jelang Nataru, Kapolres Manggarai Timur Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Turangga 2024 |
|
|---|
| Prabowo Bangun Gedung Pusat Emergency Unit RSUD Borong Senilai Rp 170 Miliar Melalui Program PHTC |
|
|---|
| Target Redis Tanah 2024 Manggarai Timur 2.625 Bidang, Tim Gugus Tugas Reformasi Agraria Gelar Sidang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Agustinus-Rudi-petani-di-Kampung-Jati-sedang-menunjukkan-kebun-jagung.jpg)