Uskup Anton Pain Ratu Wafat
Memoria Inspiratif Bersama Mgr Anton Pain Ratu SVD : 'Jangan Sampai Kau Sudah Dibeli'
icaranya tegas dan tidak pandang bulu, ibarat kata orang putih ya putih, hitam ya hitam. Begitulah keseharian sosok yang akrab disapa Uskup Topi Merah
Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
Biasanya usai santap bersama beliau pasti menanyakan kepada wartawan.
"Kalian mau wawancara saya soal apa. Kalian tulis apa adanya seperti yang saya omong. Jangan pele-pele," pesan Mgr Anton Pain Ratu SVD.
Setiap bertemu, pasti beliau sering menantang kami untuk menulis tentang banyak hal termasuk keadilan dan kebenaran. Bahkan setiap pernyataan beliau, kami akui berita headline yang harus segera dikonsumsi publik.
Baca juga: Sosok Mgr Anton Pain Ratu SVD Pernah Turun ke Jalan Membela Eksekusi Mati Tibo, Cs
Kesempatan bertemu dengan beliau di Lalian Tolu bahkan menjadi momen langka karena pastinya beliau akan menyorot kami satu per satu dengan kata-kata yang keras.
Saat itu belum ada berita online yang menjamur seperti sekarang dan hanya surat kabar lokal harian dan mingguan, yang menjadi "santapan" beliau. Sehingga beliau hafal betul wartawan yang menulisnya dan kalimat-kalimatnya.
Uskup Anton sangat sering mencatat berita-berita wartawan di buku hariannya. Beliau tidak akan pernah lupa, kapan dirinya diwawancarai dan pernyataan-pernyataannya. Tulisan yang kami "bungkus" beliau sangat kritisi dan mengatakan "kenapa kamu bungkus pernyataan saya. Tulis lurus saja, supaya orang tahu mana yang benar, mana yang salah"
Saat itu, Ketika tiba waktunya untuk bertemu, biasanya saya dengan wartawan Pos Kupang Fredy Hayong selalu mendapat "sorotan keras".
Tidak Pandang Bulu
Sosok Mgr Anton Pain Ratu SVD tidak pernah pandang bulu dana mengkritik kebijakan pemerintah ataupun Dewan setempat.
Tak tanggung-tanggung, di atas mimbar gereja digunakannya sebagai tempat untuk mengkritisi yang membuat penentu kebijakan merah kuping.
Sosok Mgr Anton Pain Ratu SVD juga dinilai banyak kalangan sangat getol mengkritik yang namanya seperti TNI yang hadir di perbatasan RU-RDTL.
Bahkan sebuah pengalaman yang membuat merah kuping ketika ada kegiatan jumpa pers di Istana Keuskupan Atambua di Lalian Tolu.
Saat itu semua wartawan telah berada di dalam ruangan. Dari kamar doa beliau usai menyapa semua wartawan dan akan absen satu per satu. Mulai dari sebut nama dan asal media.
Baca juga: Umat Berjubel di RSUD Atambua Melayat Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD
Ibarat ketiban sial, salah seorang anggota TNI yang bertugas sebagai anggota intel ikut dalam rombongan wartawan.
Tibalah perkenalan dari masing-masing media dan tibalah di anggota intel TNI.
"Kamu dari media mana, tolong perkenalkan diri," tanya Mgr Anton Pain Ratu SVD. Dengan agak ragu-ragu anggota pun menyampaikan bahwa dari anggota TNI.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.