Uskup Anton Pain Ratu Wafat

Memoria Inspiratif Bersama Mgr Anton Pain Ratu SVD : 'Jangan Sampai Kau Sudah Dibeli'

icaranya tegas dan tidak pandang bulu, ibarat kata orang putih ya putih, hitam ya hitam. Begitulah keseharian sosok yang akrab disapa Uskup Topi Merah

|
Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/DOK-ADONARANEWS
Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD saat misa Syukur 60 Tahun Karya Imamat 

POS-KUPANG.COM- Bagi umat Katolik khususnya di Keuskupan Atambua sudah sangat mengenal sosok Uskup Emeritus Atambua, Mgr Anton Pain Ratu SVD semasa aktif menjadi Uskup Keuskupan Atambua sejak tahun 1984 hingga tahun 2007.

Bicaranya tegas dan tidak pandang bulu, ibarat kata orang putih ya putih, hitam ya hitam. Begitulah keseharian sosok yang akrab disapa Uskup Topi Merah.

Kenapa orang akrab menyapa Uskup Topi Merah mungkin karena keunikan topi yang dikenakan Mgr Anton Pain Ratu SVD beda dengan kebiasaan yang dikenakan para uskup lainnya.

Melitanikan catatan pribadi saya dengan Uskup Mgr Anton Pain Ratu SVD tentu sangat banyak. 

Pengalaman yang tetap dikenang saya sampai detik ini pada tahun 2004. Hari dan tanggal persisnya lupa.

Sudah jadi rutinitas wartawan yang bertugas di Atambua, Ibu kota Kabupaten Belu saban pekan selalu menyambangi Istana Keuskupan Atambua di Lalian Tolu.

Tidak hanya wawancara untuk kepentingan media tempat wartawan bekerja. Tapi juga sekadar untuk melihat keadaan Uskup Emeritus Mgr Anton Pain Ratu SVD.

Pasalnya, Uskup Topi Merah ini paling senang berdiskusi dengan para jurnalis yang bertugas di perbatasan RI-RDTL.

Pertanyaan yang kerap ditanyakan kepada kalangan media yang menyambangi Istana Keuskupan Atambua perihal keadaan.

Baca juga: Kamar Rumah Tidak Rata, Tempat Tidur Uskup Anton Pain Ratu Bergeser Semalaman

"Bagaimana kalian punya keadaan ? Edi, kau dan Heri Klau (Media UCANNews) seperti sudah lama sekali tidak datang ketemu saya," demikian sapaan awal Mgr Anton Pain Ratu usai menyalami dan mencium tangannya.

Saya pun mengatakan "Kabar selalu baik Yang Mulia. Saya dan Heri Klau tidak pernah lupa makanya kami datang minta berkat dari Bapak Uskup,". 

"Ya saya tanya kamu dua, karena jangan sampai kamu dua sudah 'Dibeli', hahaha," kata Uskup Pain Ratu seraya tertawa.

Pernyataan yang ringan tapi menusuk. Pesan moralnya adalah bekerja secara profesional dan tidak boleh terpengaruh kepentingan duniawi.

Sudah menjadi rutinitas saya bersama Heri Klau juga Wartawan Antara, Peter Tukan setiap akhir pekan selalu bertemu Mgr Anton Pain Ratu SVD.

Biasanya usai ngobrol di ruang tamu, ketika jam makan tiba maka Mgr Anton Pain Ratu SVD mengajak kami ke ruang makan untuk santap bersama didampingi Romo Kornelis Salem Pr.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved