Kamis, 7 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 6 Januari 2024, Engkaulah AnakKu yang Kukasihi

Renungan Harian Bruder Pio Hayon, SVD Hari Sabtu Biasa Masa Natal merujuk pada Bacaan I: 1 Yoh. 5: 5-13, Injil : Mrk. 1: 7-11

Tayang:
Editor: Edi Hayong
Foto Pribadi
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul : Engkaulah AnakKu yang Kukasihi. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul : Engkaulah AnakKu yang Kukasihi.

Renungan Harian Bruder Pio Hayon, SVD Hari Sabtu Biasa Masa Natal merujuk pada Bacaan I: 1 Yoh. 5: 5-13, Injil : Mrk. 1: 7-11

Berikut ini teks lengkap renungan Bruder Pio Hayon SVD

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Panggilan anak selalu ditujukkan kepada semua anak yang dilahirkan dalam keluarga.

Namun juga dapat terjadi panggilan anak disematkan kepada semua orang yang merasa nyaman dan diberkati karena satu status tertentu dari orang yang lebih senior dan dianggap sebagai petuah.

Relasi itu seperti relasi anak dan bapanya yang saling mengasihi satu dengan yang lainnya. Panggilan anak selalu menjadi tanda kasih yang sempurna dengan satu intensitas relasi mendalam.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Pada hari terakhir pekan ini, dikisahkan tentang Yesus yang dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan. Yohanes pembaptis sendiri telah memberi kesaksian ketika sedang membaptis orang di sungai Yordan: “Sesudah aku akan datang Dia yang lebih berkuasa dari padaku; membukuk dan membuka tali kasutNya pun aku tidak layak.

Aku membaptis kamu dengan air tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” Yohanes secara tegas memberikan kesaksian yang tegas tentang siapakah dirinya dan siapakah orang yang lebih berkuasa dari padanya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 5 Januari 2024, Apa Reaksi Kita?

Dalam pekan ini direfleksikan dengan satu ungkapan yang unik yakni ‘Anak Domba Allah’. Dan hari ini, Yohanes pembaptis menyebutnya sebagai yang lebih berkuasa dan yang akan membaptis dengan Roh Kudus.

Dan itu menjadi nyata ketika Yesus datang dan dibaptis oleh Yohanes pembaptis di sungai Yordan. Pada saat dibaptis itulah, Yesus melihat langit terbuka dan dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya.

Dan Roh itu memberi kesaksian dengan suaraNya: “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.”

Yohanes telah memberikan kesaksian secara manusiawi sebagai seorang nabi tentang Yesus, dan pada saat yang sama Roh Kudus sendirilah yang memberi kesaksian tentang Yesus kepada semua orang yang mendengar suara yang orang telah berbicara dari dalam surga itu.

Kesaksian Yohanes memang diperlukan untuk memberikan informasi awal tentang siapakah Yesus itu sebenarnya. Dan kesakian yang sempurna dan paripurna adalah kesaksian dari Roh Kudus sendiri tentang kebenaran akan Yesus Anak Allah.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved