Berita Belu
Seorang Anak di Bawah Umur Dikeroyok, Keluarga di Belu Minta Polisi Tangkap Pelaku
Sementara korban memang belum diambil keterangan karena masih mengalami trauma dan masih dilakukan perawatan
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Seorang anak dibawah umur asal Sukabiren, Kecamatan Atambua Selatan, Kabupaten Belu, Hendriko Leo Mau (17), menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang pada Senin, 1 Januari 2023, sekitar pukul 04.00 Wita di Halaman Kantor Pegadaian Mohammad Yamin, Depan Agen Bus Sinar Gemilang, Atambua.
Hendriko dianiaya hingga harus dilarikan ke RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua untuk mendapatkan perawatan medis.
Ayah korban, Alexander Fredrick Loe, pada hari yang sama sekitar pukul 11:00 Wita, langsung melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Belu.
Namun, hingga Rabu, 3 Januari 2024, Polres Belu belum melakukan penahanan atau penangkapan terhadap pelaku meskipun identitas mereka sudah diketahui.
Baca juga: Polres Belu, TNI Gelar Apel Pasukan Jelang Pergantian Tahun 2023
Hal ini disampaikan oleh Ayah kandung korban, Alexander Fredrick Loe yang didampingi oleh Istrinya Ermelinda Fatima Mau dalam keterangan persnya. Rabu, 3 Desember 2023.
Menurut Alexander, pihak kepolisian sudah mengambil keterangan dari dua orang saksi yang berada di lokasi saat kejadian.
"Sementara korban memang belum diambil keterangan karena masih mengalami trauma dan masih dilakukan perawatan," ujarnya.
Alex yang biasa disapa, didampingi istrinya, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Polres Belu, karena hingga saat ini, para terlapor yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap anaknya belum ditangkap dan diproses hukum.
Ia meminta kepolisian untuk bersikap profesional dan tidak pandang bulu dalam penanganan kasus ini.
"Sesuai kabar angin yang kami dengar, ada orang besar yang bekingi sehingga kasus ini tidak diproses. Kami takut kasus ini berulang karena para pelaku masih bebas berkeliaran," ungkapnya.
Ia mendesak Polres Belu untuk segera menangkap para pelaku agar tidak menimbulkan kemarahan dan masalah baru dari keluarga korban.
Baca juga: Pemda Belu Lakukan Berbagai Upaya Tekan Penduduk Miskin Ekstrem yang Capai 14,30 Persen
"Korban saat ini mengalami trauma berat, hingga saat ini masih kurung terus dalam kamar, kita mau buka gorden jendela saja dia tidak mau," ujar Alexander.
Alexander meminta agar kasus ini dituntaskan demi keadilan. "Kami minta dipercepat kasusnya. Ini demi keadilan. Kalo berlarut-larut, maka bisa muncul masalah baru," tegasnya.
Alexander juga menyampaikan kronologis kejadian sesuai pengakuan anaknya bahwa, saat kejadian tersebut secara tiba-tiba sejumlah oknum pemuda yang diduga keluar dari salah satu rumah tua yang dekat TKP, lalu melakukan penyerangan yang awalnya dilakukan dengan pelemparan batu.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.