Berita NTT
Harga Bunga Pepaya hingga Tiket Pesawat Sumbang Inflasi Tinggi di NTT
Sedangkan komponen bahan makanan memberikan andil sebesar 0,22 persen dalam pembentukan Inflasi Gabungan Nusa Tenggara Timur (NTT)
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG. COM, KUPANG - Menurut kelompok pengeluaran, pemberi andil terbesar dalam pembentukan Inflasi Gabungan di Nusa Tenggara Timur bulan Desember 2023 adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,26 persen.
Sedangkan komponen bahan makanan memberikan andil sebesar 0,22 persen dalam pembentukan Inflasi Gabungan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Desember 2023 mengalami Inflasi YoY sebesar 3,18 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 116,34 pada Desember 2022 menjadi 120,04 pada Desember 2023.
Baca juga: Tiga Kota di NTT Alami Inflasi Sebesar 2,42 Persen pada Desember 2023
Subkelompok yang mengalami Inflasi YoY tertinggi yaitu subkelompok tembakau sebesar 12,74 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Desember 2023 memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY sebesar 1,07 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY, yaitu beras sebesar 1,03 persen, rokok kretek filter sebesar 0,35 persen, rokok putih sebesar 0,16 persen, gula pasir sebesar 0,08 persen, bunga pepaya sebesar 0,07 persen, dan apel sebesar 0,05 persen. Sedangkan, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan Deflasi YoY, yaitu ikan kembung sebesar 0,31 persen, tomat sebesar 0,27 persen, daging babi sebesar 0,19 persen, telur ayam ras sebesar 0,09 persen, bawang merah sebesar 0,08 persen, ikan tongkol sebesar 0,08 persen, ikan teri sebesar 0,07 persen, dan tahu mentah sebesar 0,05 persen," sebut Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, Matamira B Kale dalam konferensi pers pada Selasa, 2 Januari 2023.
Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki pada Desember 2023 mengalami Inflasi YoY sebesar 0,30 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,26 pada Desember 2022 menjadi 104,58 pada Desember 2023.
Baca juga: Belanja Pemerintah Pusat Kendalikan Inflasi di NTT Realisasi Rp1,99 Triliun
Seluruh subkelompok pada kelompok ini mengalami Inflasi YoY dan subkelompok yang terbesar adalah kelompok pakaian sebesar 0,47 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki pada Desember 2023 memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY sebesar 0,02 persen.
Diikuti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Desember 2023 mengalami Inflasi YoY sebesar 1,66 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 102,78 pada Desember 2022 menjadi 104,48 pada Desember 2023. Subkelompok yang mengalami Inflasi YoY tertinggi yaitu subkelompok sewa rumah sebesar 7,30 persen.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga pada Desember 2023 memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY sebesar 0,28 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY adalah kontak rumah sebesar 0,25 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga pada Desember 2023 mengalami Inflasi YoY sebesar 0,69 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,54 pada Desember 2022 menjadi 110,30 pada Desember 2023. Subkelompok yang mengalami Inflasi YoY tertinggi yaitu subkelompok barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin sebesar 1,29 persen.
Baca juga: Bupati Sumba Barat Sebut TPID Harus Jadi Wadah Rumuskan Strategi Bersama Hadapi Inflasi
Matamira juga mengatakan, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga pada Desember 2023 memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY sebesar 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY, yaitu upah asisten rumah tangga sebesar 0,05 persen.
Untuk kelompok kesehatan pada Desember 2023 mengalami Inflasi YoY sebesar 2,31 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 113,30 pada Desember 2022 menjadi 115,91 pada Desember 2023. Subkelompok yang mengalami Inflasi YoY tertinggi yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 3.11 persen. Kelompok kesehatan pada Desember 2023 memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY sebesar 0,04 persen.
Baca juga: Pasar Murah Bersubsidi Bantu Pengendalian Inflasi di Kota Kupang
Kelompok transportasi pada Desember 2023 mengalami Inflasi YoY sebesar 4,12 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 131,95 pada Desember 2022 menjadi 137,39 pada Desember 2023. Subkelompok yang mengalami Inflasi YoY tertinggi, yaitu subkelompok jasa pengiriman barang sebesar 12,42 persen.
Kelompok transportasi pada Desember 2023 memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY sebesar persen. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan Inflasi YoY, yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,58 persen.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.