Selasa, 12 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 2 Januari 2024, Tahun Penuh Berkat bagi Orang yang Hidup Benar

Beragam rencana selama setahun ini barangkali sudah kita buat. Berbagai persiapan untuk mewujudkannya barangkali juga sudah mulai kita cicil

Tayang:
Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis RP. John Lewar SVD dengan judul : Tahun Penuh Berkat bagi Orang yang Hidup Benar. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis RP. John Lewar SVD dengan judul : Tahun Penuh Berkat bagi Orang yang Hidup Benar.

THN B/II: Hari Biasa Masa Natal PW. St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nasianza RP. John Lewar SVD menulis renungannya merujuk pada bacaan : 1 Yohanes 2: 22-28, Mazmur 98: 1-4, Yohanes 1: 19-28

Berikut ini renungan lengkap yang ditulis oleh RP. John Lewar SVD

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Hari ini adalah hari kedua dalam tahun baru. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, sebab Dia mempercayakan kehidupan dan memberi napas kepada kita. Itu sebabnya, awal tahun baru ini perlu kita isi dengan semangat baru.

Beragam rencana selama setahun ini barangkali sudah kita buat. Berbagai persiapan untuk mewujudkannya barangkali juga sudah mulai kita cicil satu-persatu. Namun, lepas dari semua itu kita harus tetap beriman pada kehendak dan rencana Tuhan.

Pada hari kedua tahun 2024 ini, Yohanes Pembaptis memberi kesaksian tentang siapa dirinya. Dia menyatakan dengan tegas dan terus terang dia bukan Mesias, bukan Elia, bukan juga nabi yang akan datang.

Yohanes tentu tahu siapa dirinya, yang kelahirannya secara ajaib, yang keberadaannya sangat dekat dengan Sang Mesias. Dengan rendah hati, tanpa membesar-besarkan diri, dia memperkenalkan dirinya sebagai “suara yang berseru-seru di padang gurun.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 2 Januari 2024, Dia yang Tidak Kamu Kenal

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 1 Januari 2024, Menyimpan di Dalam Hati

Dia adalah suara yang berseru-seru untuk mempersiapkan bangsa Israel menyambut Tuhan Yesus, Sang Mesias yang dijanjikan Bapa. Walaupun Yohanes
Pembaptis telah mendapat banyak simpati, hal itu tidak membuatnya berbangga diri atau memanipulasi identitas dirinnya.

Yohanes pembaptis tidak mencari kehormatan bagi dirinya. Dia membawa orang kepada sumber keselamatan yang mereka cari yaitu Yesus Kristus. Dengan memberikan kesaksian, Yohanes ingin memberitakan bahwa saat keselamatan sudah tiba, tahun-tahun berahmat sudah di depan mata.

Dia juga ingin meluruskan kesesatan yang sementara ada dalam diri bangsa Israel yang menganggap bahwa dirinya adalah Mesias. Hal yang sama juga dilakukan oleh Santo Basilius Agung dan Santo Gregorius dari Nazianza.

Mereka telah berjuang bersama-sama untuk meluruskan kesesatan yang dibuat oleh pengikut bidaah Arianisme. Bidaah ini menyangkal keilahian Yesus, Allah Putra. Kemenangan atas kesesatan itu telah mereka rumuskan dalam Syahadat Iman hasil Konsili Nicea.

Contemplasi:

Belajar dari kedua orang kudus tersebut, serta diterangi oleh cahaya Firman yang kita dengar pada hari ini, apa yang mesti kita buat? Pertama, mari kita tanamkan dalam hati bahwa tahun yang baru ini bagi kita akan menjadi tahun keselamatan Tuhan, tahun di mana Allah akan mengaruniakan banyak berkat dalam hidup kita; tahun di mana Mesias hadir mendampingi perjalanan hidup kita.

Kedua, mari kita juga meneladan hidup Yohanes, orang yang bersikap rendah hati dan jujur. Semoga teladan Yohanes Pembaptis mendorong kita untuk hidup jujur dan rendah hati. Dengan rendah hati dan jujur dalam perkataan dan perbuatan, akan mengantar orang pada keselamatan.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 1 Januari 2024, Tahun Penuh berkat

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved