Rabu, 15 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 1 Januari 2024, Menyimpan di Dalam Hati

Tujuannya adalah untuk menjaga barang atau benda yang kita simpan itu dapat terjaga dengan baik dan yang akan dipakai nanti kelak.

Editor: Edi Hayong
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul : Menyimpan di Dalam Hati. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ini ditulis Bruder Pio Hayon SVD mengangkat judul : Menyimpan di Dalam Hati.

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD Senin 1 Januari 2024. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah merujuk pada Bacaan I: Bil. 6: 22-27, Bacaan II: Gal. 4: 4-7, Injil : Luk. 2: 16-21

Berikut ini teks lengkap renungan Bruder Pio Hayon SVD

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Menyimpan adalah tindakan untuk meletakan sesuatu di tempat yang aman benda atau barang apa saja untuk satu waktu tertentu.

Tujuannya adalah untuk menjaga barang atau benda yang kita simpan itu dapat terjaga dengan baik dan yang akan dipakai nanti kelak.

Ketika tempat untuk menyimpan adalah hati berarti kita sedang meletakan sesuatu hal di dalam hati kita untuk dijadikan bahan renungan bagi kehidupan manusia itu sendiri.

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari pertama di awal tahun, gereja mempersembahkan secara khusus pesta Hari Raya Santa Maria Bunda Allah untuk menjadi hari pertama inspirasi kehidupan iman kita dan yang secara khusus diletakan pada awal tahun untuk memberi kita satu nilai yang benar bagi kehidupan kita selanjutnya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Senin 1 Januari 2024, Tahun Penuh berkat

Baca juga: Renungan Harian Katolik, 3 Cara Dapat Saling Menerima Antarsesama Melalui Kelebihan dan Kekurangan

Maria diletakan sebagai model iman kita karena dia adalah Bunda Allah dalam masa oktaf natal kita. Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah mengingatkan kita akan bidaah (ajaran sesat) tentang Kebundaan Illahi Maria, yang muncul pada abad ke 5. 

Pokok ajaran bidaah ini ialah bahwa Maria memang Bunda Yesus, tetapi bukan Bunda Allah. Dalam Konsili Efesus pada tahun 431, ajaran sesat ini dikutuk. 

Konsili tetap dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anakanya adalah sungguh-sungguh Allah.  Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut.

Pada kesempatan ini, ada baiknya kita merenungkan makna nubuat nabi Yesaya: “Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yes 7:14), dan makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. 

Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43). Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah juga berarti bahwa kita mengakui Yesus sebagai “sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia”. 

Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia. Peran Maria sebagai Bunda Allah sudah diramalkan sejak awal penciptaan dan dilanjutkan oleh para nabi yang meramalkan kehadiran seorang perempuan yang akan mengandung dan melahirkan Anak Allah yang akan menyelamatkan manusia.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Desember 2023, Arahkan Hati Kepada Allah

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved