Berita NTT

Kapolda NTT Daniel Silitonga Minta Usut Dugaan Dana Mantap Brata Disunat Kapolres

Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga memerintahkan melakukan penyelidikan terhadap dugaan dana pengamanan pemilu Mantap Brata.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/HO
Kapolda NTT Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga dan istri tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu 30 Desember 2023. Mantan Kapolda Papua Barat ini menggantikan Irjen Pol Johanis Asadoma. 

Viral di Media Sosial

Sebuah Akun Facebook dengan nama akun Falentinus menyampaikan surat terbuka yang cukup mengejutkan di Grup Facebook "TIMOR TENGAH UTARA (TTU)-BIINMAFFO."Bebas Berpendapat".

Akun Facebook ini menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI, Kapolri dan Kapolda NTT perihal dugaan penyaluran anggaran Operasi Mantap Brata tidak sesuai dengan yang ditandatangani.

Demikian bunyi surat terbuka yang dikutip POS-KUPANG.COM, Sabtu, 30 Desember 2023;

Baca juga: Kapolda NTT Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga dan Istri Disambut Hangat di Kota Kupang 

 Yth. Presiden RI
Yth. Kapolri
Yth. Kapolda NTT

Mohon ijin bapak ini surat terbuka dari kami sebagai anggota Polri yang bertugas di wilayah perbatasan RI Timor Leste (Polres Timor  Tengah Utara) ingin menyampaikan bahwa dana pengamanan pemilu yang telah diberikan oleh negara kepada anggota Polres Timor  Tengah Utara tidak sesuai dengan yang ditandatangani.

Kami yang bertugas pengamanan di Polsek dan oos hanya diberikan uang sebesar 500.000 dan disampaikan kalau ada pemeriksaan harus jawab bilang sesuai dengan yang ditandatangani. Bagaimana Polri bisa maju kalau semua dana yang diberikan untuk haknya anggota dikebiri terus seperti ini.

Kami juga senang bahwa kemarin dengan adanya kejadian di Polresta kupang aktornya Kapolresta dicopot kami sangat bersyukur karena ternyata pimpinan Polri di tingkat atas masih baik dan mau memperhatikan anggota. Oleh sebab itu kami juga ingin hal yang sama terjadi di Polres Timor  Tengah Utara.

Kami pada saat menerima uang yang diberikan kami secara diam-diam telah merekam apa yang disampaikan dan kami juga merekam para perwira yang menyuruh kmi untuk mengamankan perintah sang kapolres. Mohon maaf bapak kami harus buat dengan cara seperti ini karena kalau kami langsung protes kami diancam mutasi keluar pulau sehingga kami mohon maaf.

Tujuan kami ini untuk Polri yang bekerja secara profesional dan transparan, apabila tidak ada tindak lanjut maka kami akan bersama-sama dengan seluruh elemen yang ada di Kabupaten Timor  Tengah Utara akan melaksanakan demo secara besar-besaran sehingga kami meminta bapak Kapolri dan Kapolda NTT untuk segera membentuk tim khusus untuk melaksanakan OTT di Polres Timor  Tengah Utara karena kami semua anggota sudah jenuh bapak.

Baca juga: Flobamora Papua Barat Desak Kapolda NTT Tuntaskan Kasus Mahasiswa Papua vs Ormas

Tolong bantu kami bapa. Kemarin kami juga dengar ada paminal yang turun ke Polres Timor  Tengah Utara tetapi dituntut harus buat pernyataan sehingga para anggota tidak berani, oleh karena itu kami mohon perhatian bapak kepada anak-anakmu yang bertugas di tingkat bawah.

#Presiden Jokowi
#kapolrilistyosigitprabowo
#humaspoldantt
#kompolnas
#mabespolri

Berdasarkan penelusuran POS-KUPANG.COM, akun tersebut bergabung di grup "TIMOR TENGAH UTARA (TTU)-BIINMAFFO. "Bebas Berpendapat". pada, 30 Desember 2023.

Saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP Mohammad Mukhson, S. H., S. I. K., M. H saat dikonfirmasi membantah informasi yang disampaikan dalam surat tersebut tersebut. 

 Akun tersebut, kata Mukhson merupakan akun palsu. Informasi tersebut disebut tidak benar. Pernyataan akun Facebook tersebut perihal pemotongan yang diterima anggota di Polsek sebesar Rp. 500.000 tersebut salah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved