Pilpres 2024

Debat Cawapres, Gibran Janjikan Kelanjutan Program Presiden Joko Widodo

Debat kedua untuk pilpres tanggal 14 Februari memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana Gibran Rakabuming Raka menghadapi pesaingnya

Editor: Agustinus Sape
Youtube/KPU RI
Dari kiri: Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud MD pada debat calon wakil presiden (cawapres) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat 22 Desember 2023 malam. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Putra Presiden Indonesia Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dalam debat yang disiarkan televisi, Jumat (22/12/) malam, menyatakan ingin menciptakan 19 juta lapangan kerja jika terpilih menjadi wapres dari Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 14 Februari mendatang.

Ini adalah pertama kalinya Gibran, yang mencalonkan diri sebagai calon wakil presiden bersama menteri pertahanan saat ini, berbicara terus terang tentang visi ekonomi pasangan tersebut untuk negaranya.

Pasangan Prabowo-Gibran mendominasi jajak pendapat, sementara dua calon lainnya: mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berada di belakang.

Presiden negara saat ini, yang dikenal sebagai Jokowi, dilarang oleh Konstitusi negara tersebut untuk mencalonkan diri lagi.

Gibran, Wali Kota Surakarta yang berusia 36 tahun, pada hari Jumat berhadapan dengan dua veteran politik: politisi kawakan Muhaimin Iskandar, yang bermitra dengan Anies; dan Prof Mahfud MD, seorang sarjana dan birokrat terkenal yang dipilih Ganjar sebagai calon wakil presidennya.

Ketiganya bergantian memaparkan wawasan dan gagasan mereka mengenai perekonomian, investasi, perdagangan, infrastruktur, dan manajemen fiskal negara tersebut.

Pak Gibran mengatakan dia dan Pak Prabowo ingin melanjutkan dan memperluas kebijakan hilirisasi, upaya infrastruktur dan program ayahnya untuk mengembangkan industri kreatif negara serta 60 juta usaha kecil dan menengah di seluruh nusantara.

“Jika keempat langkah tersebut dilakukan, kami berharap akan tercipta 19 juta lapangan kerja,” ujarnya.

Gibran juga mengatakan pasangan tersebut bermaksud melanjutkan rencana ayahnya untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta di wilayah padat penduduk di Jawa ke Nusantara di pulau Kalimantan yang belum berkembang.

“Visi besar kami adalah kelanjutan, percepatan dan perbaikan (kebijakan yang ada),” lanjutnya.

Sementara itu, Prof Mahfud yang saat ini duduk di kabinet pemerintahan Presiden Jokowi sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menilai pemberantasan korupsi adalah kunci pembangunan perekonomian bangsa.

“Kita kaya akan sumber daya alam dan mempunyai banyak tenaga kerja yang hebat. Masalahnya korupsi merajalela… alhasil kita miskin,” ujarnya.

“Kita harus memerangi korupsi. Sehingga akan ada kesejahteraan ekonomi sebagaimana diamanatkan oleh Konstitusi kita,” ujar Mahfud.

Sementara itu, Muhaimin, yang menggunakan platform politik yang menjanjikan perubahan dalam pengelolaan negara, mengatakan dalam pidato pembukaannya bahwa pasangan Anies-Muhaimin akan memberikan sejumlah insentif kepada pengusaha yang membutuhkan dan bercita-cita tinggi.

“Kami ingin bantuan sosial terus berlanjut dan meningkat sehingga masyarakat memiliki daya beli yang lebih besar dan dengan demikian menggerakkan perekonomian kita,” katanya, seraya menambahkan bahwa jika terpilih, 150 triliun rupiah (US$9,7 miliar) akan dialokasikan untuk memberikan pinjaman kepada usaha kecil.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved