Natal dan Tahun Baru
Harga Daging Babi di Larantuka Rp 125 Ribu, Diprediksi Melonjak Saat Natal
Lonjakan harga daging babi yang menjadi budaya konsumtif itu buntut dari populasi babi yang berkurang pasca serangan virus African Swine Faver
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Harga daging babi di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur tembus Rp 125 ribu per kilogram. Harganya diprediksi melonjak saat hari raya Natal dan Tahun Baru.
Lonjakan harga daging babi yang menjadi budaya konsumtif itu buntut dari populasi babi yang berkurang pasca serangan virus African Swine Faver pada tahun 2020 lalu.
Bernadus Sabon Kolin (50), pengusaha daging babi di Kelurahan Puken Tobi Wangibao, Kecamatan Larantuka, mengatakan kenaikan harga sudah berlangsung sejak tajun 2022.
Baca juga: Kios Milik Warga Adonara di Flores Timur Digasak Pencuri, Polisi Tangkap Pelaku
"Sebelum ASF, harganya berkisar Rp 80 ribu, sekarang babi sudah berkurang jadi pengaruh ke harga," katanya kepada wartawan, Jumat, 22 Desember 2023.
Dalam seminggu, Bernadus memotong paling sedikit 2 ekor babi untuk dijual. Bahkan, untuk memenuhi permintaan pelanggan, ia bahkan membeli babi utuh dari Kabupaten Ngada.
Ia mengaku dagingnya sudah disteril dan mendapat ijin dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur. Dokter hewan pada instansi itu selalu memeriksa usahanya sebelum dipasarkan.
"Setiap pagi mereka biasa datang cek. Saya punya sudah steril dan ada surat ijinnya," pungkasnya.
Bernadus menyiapkan 10 ekor babi satu hari sebelum 25 Desember 2023. Namun banyak pelanggan sudah memesan jauh-jauh hari karena khawatir tak kebagian jatah. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.