Berita NTT
Bank NTT Terus Berupaya Bangun Digital Demi Pelayanan
Direktur Kredit Bank NTT Paulus Steven Mesakh mengatakan, pencapaian Bank NTT hingga akhir tahun 2023, pertumbuhan kredit sesuai dengan RBB.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
Bank NTT kini sedang menerapkan itu ke kalangan ASN sejak bulan September 2023. Menjelang akhir tahun, transaksi pada sistem itu sudah berada di angka Rp 19 miliar. Menurut dia, antusias masyarakat cukup bagus.
Pada tahun 2024, Bank NTT akan menggunakan pola yang sama untuk pembiayaan di sektor UMKM. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. Pelaku UMKM yang sudah melakukan transaksi dengan Bank NTT, menjadi pengecualian.
Data-data UMKM akan dimasukkan ke dalam sistem sebelum dilakukan penerapan. Steven Mesakh menyebut, skema itu dimulai secara bertahap.
Sisi lain, Steven Mesakh juga mengungkapkan adanya tantangan Bank NTT selama 2023 ini. Berbagai persoalan di Bank NTT, kata dia, mestinya tidak dilihat hanya dari satu sisi.
"Kita hidup dalam tiga dimensi waktu. Waktu lalu, hari ini dan akan datang. Kita ada di waktu hari ini tidak mungkin menyalahkan waktu lalu, kita ada hari ini juga harus meletakkan dasar kuat untuk waktu yang akan datang," ujarnya.
Baca juga: Bank NTT Cabang Kalabahi Lakukan Aksi Pembersihan Pasar Kadelang Alor
Sehingga, sebut dia, berbagai terobosan yang dilakukan selama ini untuk menjaga dan memperkuat pertumbuhan Bank NTT yang lebih baik. Baginya itu merupakan kewajiban yang harus dikerjakan pihaknya secara simultan.
Steven Mesakh juga menyebut, tahun depan Bank NTT akan kembali fokus ke Desa binaan. Selama ini fokus ke desa binaan cukup terbagi karena harus melakukan intervensi ke sektor lain yang mendesak.
Dia menargetkan, UMKM menjadi bagian penting karena pada sektor ini ekonomi tumbuh lebih bagus. Lewat strategi yang ada, hingga desa binaan akan ikut membantu pertumbuhan yang dimaksud.
2024 itu, Bank NTT menyiapkan program urban farming dan green house dalam konsep desa binaan. Dua sumber pembiayaan itu akan didorong ke desa atau daerah yang punya potensi menghasilkan bahan pertanian.
Langkah itu, menurut dia, karena seringkali adanya inflasi di NTT ikut disebabkan karena bahan pertanian. Padahal NTT punya potensi cukup bagus di sektor holtikultura.
"Manfaatkan layanan Bank NTT. Kita sudah bertransformasi, UMKM datanglah ke Bank NTT. Silahkan komunikasikan," kata dia. (fan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/stev-mesak.jpg)