Kamis, 16 April 2026

Berita NTT

Bank NTT Terus Berupaya Bangun Digital Demi Pelayanan 

Direktur Kredit Bank NTT Paulus Steven Mesakh mengatakan, pencapaian Bank NTT hingga akhir tahun 2023, pertumbuhan kredit sesuai dengan RBB. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Direktur Kredit Bank NTT, Paulus Steven Mesakh 

Selain itu, Bank NTT juga punya layanan penukaran uang berjumlah tiga unit, dan mobile Banking 143 ribu, ada QRIS sebanyak 17 ribu lebih. Hilarius Minggu juga mengaku, program digitalisasi ini memiliki standar yang sama di semua kantor Bank NTT

Perbedaan hanya pada kewenangan tiap kantor. Kantor layanan terkecil akan melakukan koordinasi atau pengajuan ke kantor layanan setingkat di atas, terlebih pada aspek kredit. 

Pada tahun 2024 mendatang, Bank NTT akan terus melakukan program yang sama terutama dalam sektor digitalisasi. Ia menekankan pada bagian kontribusi dari program itu perlu dimaksimalkan untuk peningkatan keuntungan. 

Baca juga: Bank NTT Cabang Kalabahi Lakukan Aksi Pembersihan Pasar Kadelang Alor

Sekalipun masih kecil, Hilarius Minggu mengaku tetap optimis, pendapatan dari digitalisasi akan terus membaik seiring perbaikan dan perubahan yang terus dilakukan oleh Bank NTT

"Bisa mencapai itu. Karena masyarakat kita sudah mengarah ke digital semua," kata dia. 

Hilarius Minggu berpesan, program digitalisasi memang sesuatu yang sangat mudah, namun punya resiko. Sehingga, ia berharap masyarakat bisa menggunakan digitalisasi dengan hati-hati, apalagi saat ini banyak sekali modus penipuan lewat metode perbankan. 

Di samping itu, Hilarius Minggu memastikan Bank NTT terus mengikuti petunjuk yang diarahkan pihak terkait seperti Bank Indonesia hingga OJK, dalam kaitannya dengan perlindungan data nasabah. 

Direktur Kredit Bank NTT Paulus Steven Mesakh mengatakan, pencapaian Bank NTT hingga akhir tahun 2023, pertumbuhan kredit sesuai dengan RBB. 

Diketahui RBB adalah dokumen yang ditulis dan berisikan ringkasan perencanaan aktivitas bank jangka pendek (satu tahun) dan menengah (lima tahun). Hal ini dilaksanakan agar rencana masa depan dapat terlaksana dengan baik.

Menurut Steven Mesakh, pertumbuhan kredit sudah berada di angka 8,05 persen, sedangkan di RBB berada di 8 persen. Pertumbuhan ini akan fluktuatif hingga akhir tahun. 

"Jadi paling kalau pertumbuhannya di angka 7-8 persen. Berarti sesuai dengan RBB kita, capaian-capaian kita," kata dia, terpisah. 

Baca juga: BI Sebut Bank NTT Tunjukkan Semangat Inovasi 

Tahun ini, Bank NTT memfokuskan kredit ke UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah. Dalam penilaian Bank Indonesia, Bank NTT mendapat dana intensif GWM. 

Target Bank Indonesia untuk pembiayaan rasio makro prudential, harusnya pencapaiannya itu 30 persen di tahun 2024. Bank NTT pada bulan Oktober 2023 sudah di angka 40 persen atau melampaui target. 

"Sehingga Bank NTT mendapat dana intensif yang setiap bulannya dihitung. Dana intensif itu berupa GWM, jadi Bank NTT tidak membayar giro wajib minimun lagi sebesar tertentu tapi mendapat diskon. Sehingga uang itu kita bisa dapat lagi untuk kasih orang kredit," ujarnya. 

Tahun ini juga, Bank NTT juga sudah menjalani pembiayaan digitalisasi atau bertransaksi tidak lagi secara konvensional. Penggunaan sistem ini akan memudahkan orang kredit tanpa harus ke Bank tetapi bisa menggunakan aplikasi. 

Baca juga: Ketua DPRD NTT Sebut Inovasi Bank NTT Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved