Opini

Wajah-Wajah Glowing di Ujung Tahun 2023

Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten/Kota, provinsi, DPD, Capres dan Cawapres. Wajah glowingnya menghiasi taman nusantara.

|
Editor: Dion DB Putra
DOK PRIBADI
Yoss Gerard Lema. 

Jujur itu karakter. Jujur itu keren. Jujur itu harga mati. Tidak penting senyum manis atau wajah glowing yang selama berpuluh-puluh tahun menipu.

Bung Hatta, Wakil Presiden Pertama Indonesia pernah berkata: “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar. Kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman. Namun tidak jujur itu sulit diperbaiki. Tidak ada harta pusaka yang sama berharganya dengan kejujuran,” ucap Bung Hatta bertahun-tahun silam.

Bung Hatta akhirnya dinobatkan sebagai tokoh anti korupsi. Kemudian didirikan Bung Hatta Anti Korupsi Award.

Pesan Bung Hatta itu cocok untuk Indonesia di segala zaman. Termasuk anak cucu di Provinsi NTT yang 20 Desember 2023 genap berusia 65 tahun.

Jadi tidak soal rakyat NTT memilih wakilnya yang secara akademis kurang. Atau tidak pintar. Yang penting karakternya jujur. Contohnya Indonesia.

Kendati memiliki kekayaan alam berlimpah ruah, namun sebagian rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Kenapa? Karena barisan pejabat di eksekutif, legislatif dan yudikatif seolah berlomba-lomba untuk korupsi.

Korupsi merajalela. Akibatnya, rakyat hidup dalam kemiskinan yang mendera-dera. Rakyat NTT pun sama. Setali tiga uang.

Óscar Arias Sanches, Presiden Presiden Costa Rica (1986-1990), pemenang Nobel Perdamaian 1987 ketika menulis prakata dalam buku Strategi Memberantas Korupsi yang ditulis Jeremy Pope tahun 2002 mengatakan, korupsi memperarah kemelaratan rakyat dan melemahkan lembaga-lembaga demokrasi. Karena itu, korupsi bukan disebabkan oleh kemiskinan, tetapi sebaliknya justru kemiskinan disebabkan oleh korupsi.

Dalam terjemahannya setebal 676 halaman Jeremy Pope bercerita tentang korupsi di berbagai negara. Korupsi itu menghancurkan peradaban.

Jadi korupsi mesti diberantas. Berdasarkan data Corruption Perception Index (Indeks Persepsi Korupsi/IPK) untuk tahun 2022, Indonesia memperoleh skor 34 dengan peringkat 110 dari 180 negara.

Skor tersebut turun 4 poin dari sebelumnya. Berarti praktik korupsi di Indonesia makin merajalela. Almarhum Hakim Artijo Alkoster dalam acará Mata Najwa menyebut korupsi adalah kejahatan extra ordinary. Korupsi seperti kanker. “Saya mau koruptor dihukum mati saja,” tegas Artijo beberapa tahun lalu.

Ternyata wacana hukuman mati juga disampaikan Profesor Mahmud MD. Menurutnya, korupsi merusak nadi, aliran darah sebuah bangsa jadi terganggu. “Saya setuju hukuman mati bagi koruptor,” tegas Mahmud MD dalam sebuah wawancara.

Ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menempatkan tanggal 14 Pebruari 2024 sebagai hari pencoblosan, mestinya semua masyarakat, termasuk rakyat NTT merenung. Pada tanggal itu seluruh dunia merayakan hari kasih sayang. Hari cinta.

Mencoblos pileg dan pilpres pada hari kasih sayang bukan hanya untuk menciptakan pemilu damai.

Tapi agar rakyat memilih wakilnya di dewan secara tepat. Yaitu memilih orang-orang jujur sebagai wujud cinta dan kasih sayang kepada bangsa dan negara. Karena saat ini Indonesia, termasuk NTT membutuhkan sebanyak-banyaknya orang jujur di lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved