Berita NTT

Tahun 2023 Pemprov NTT Bangun 21 Titik PLTS Terpusat, Total Anggaran 88 Miliar

PLTS di Desa Oesusu sudah mereka usulkan pembangunan PLTS di Desa Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang

|
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Tahun 2023 Pemprov NTT Bangun 21 Titik PLTS Terpusat, Total Anggaran 88 Miliar
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Ilustrasi PLTS

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Energi dari minyak bumi suatu saat akan habis terpakai dan saat ini Pemerintah sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan penggunaan energi baru terbarukan.

Untuk pemanfaatan itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi NTT terus berupaya membangun fasilitas yang listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan seperti panas matahari dan air.

Kepala Bidang Energi Baru Terbarukan Donas ESDM Provinsi NTT Steven Thobyas Lay, Selasa 19 Desember 2023 mengatakan mereka terus melayani masyarakat mendapatkan sumber listrik untuk penerangan skala kecil dengan menghadirkan lampu hemat energi dari solar cell.

Sementara di tahun 2023 ini pihaknya sementara melakukan pembangunan PLTS terpusat di seluruh sumba sebanyak 21 titik dengan total anggaran 88 miliar atau setiap titik berkisar 6-7 miliar Rupiah.

Baca juga: Kejari Kabupaten Kupang Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana Umun

Masing-masing titik PLTS tersebut dayanya sebesar 40 Kilowatt Peach.

Pada tahun 2025 mendatang, dirinya yang juga ikut hadir saat acara serah terima PLTMH dari PT. MPM di Desa Oesusu mengatakan proposal pembangunan PLTS di Desa Oesusu sudah mereka usulkan pembangunan PLTS di Desa Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang

"Kami sudah mengusulkan ke pemerintah pusat mudah-mudahan terjawab di tahun 2025 kita bangun PLTS terpusat dengan daya 40 KWP," ujar Lay.

PLTS terpusat tersebut dengan daya 40 KWP dinilai bisa memenuhi kebutuhan listrik  bagi 106 KK di Desa Oesusu terutama di Dusun 4 dan 5 yang jaraknya terpisah cukup jauh sekitar 4 KM dari pusat desa.

Sebelum proposal itu diajukan juga, Dinas ESDM telah membagikan kepada 18 KK di Desa Oesusu lampu hemat energi dan solar cell.

Salah satu tokoh masyarakat Desa Oesusu Lewi Baluk mengatakan saat ini desa Oesusu belum merdeka meskipun Indonesia sudah merdeka 78 tahun yang lalu.

Pasalnya kebutuhan mereka untuk listrik hingga saat ini belum bisa mereka rasakan. Berulang kali mereka mengeluh soal hal ini namun minim respon baik dari pemerintah juga PLN

PLN juga belum bisa melakukan intervensi listrik disana karena terbentur dengan regulasi hutan produksi milik negara yang membutuhkan banyak ijin sebelum melakukan pemasangan instalasi tiang listrik.

Sementara di desa mereka sangat besar potensi sumber daya air serta matahari yang sangat besar dan mereka sangat mendukung bila pemerintah datang membangun di tempat mereka.(ary)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS


  

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved