KKB Papua

Demi Keamanan Rakyat Papua, TNI Polri Tak akan Kejar KKB Papua untuk Pilot Susi Air

Hingga saat ini pilot Susi Air Philips Mark Merthens masih disandera KKB Papua. Meski 10 bulan belum dibebaskan tapi sang pilot dikabarkan masih sehat

Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TAK AKAN KEJAR – Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen Izak Pangemanan mengatakan, prajurit TNI Polri tak akan mengerjar KKB Papua untuk membebaskan pilot Susi Air, Philips Mark Merthens. Ia tetap pada pola negosiasi sebagaimana yang dilakukan selama ini. 

POS-KUPANG.COM – Hingga saat ini pilot Susi Air, Philips Mark Merthens masih disandera KKB Papua. Meski 10 bulan belum dibebaskan, tapi kabar teranyar menyebutkan bahwa pilot itu masih hidup dan dalam keadaan sehat.

Atas fakta itulah, Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan angkat bicara. Ia menyebutkan bahwa prajurit TNI Polri tak akan mengejar Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut untuk membebaskan pilot Susi Air.

Yang dilakukan TNI Polri ke depan, adalah mengedepankan kegiatan atau operasi territorial untuk meningkatkan kepercayaan pada aparat keamanan.

Kepada awak media, Pangdam XVII Cenderawasih Izak Pangemanan mengatakan bahwa sampai saat ini pilot Susi Air itu masih hidup. Kondisinya sehat walau ia agak kurus dari sebelumnya.

Dikatakannya, bahwa TNI Polri tak akan mengerahkan pasukan untuk membebaskan pilot Susi Air. TNI Polri tetap pada upaya yang telah ditempuh selama ini, yakni negosiasi untuk membebaskan Kapten Philips Mark Merthens.

"Prajurit TNI yang bertugas Papua saat ini akan lebih mengedepankan kegiatan atau operasi teritorial untuk meningkatkan kepercayaan pada aparat keamanan," ujarnya.

Bahwa negosiasi yang dilakukan selama ini, katanya, untuk satu tujuan, yakni melepaskan pilot tersebut dari tangan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

"Pilot Philip Mark Merthens yang disandera sejak tanggal 7 Februari 2023 itu memang sudah 10 buln bersama KKB pimpinan Egianus Kogoya. Kami berharap agar pilot segera dibebaskan agar bisa kembali kumpul bersama keluarga,” ujarnya.

Untuk diketahui, pilot berkebangsaan Selandia Baru itu disandera sejak 7 Februari 2023. Ia disandera setelah mendaratkan Susi Air secara sempurnah di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

Sejak itu sampai saat ini pilot tersebut masih ditawan. Meski demikian, Philips Mark Merthens dikabarkan tetap sehat sampai sekarang.

Menurut Mayjen Izak Pangemanan, prajurit TNI Polri tak akan melakukan pengejaran atau operasi militer untuk membebaskan sandera.

"Kami tidak mau masyarakat terdampak oleh karena operasi-operasi tersebut. Kami inginkan rakyat tetap hidup aman, tentran dan damai," katanya.

Sementara itu, terkait dengan pembebasan pilot tersebut, Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey juga meminta Egianus Kogoya agar segera membebaskan pilot tersebut. Alangkah baiknya, pilot itu dibebaskan sebelum hari raya Natal 2024.

“Bulan Desember ini adalah momen yang baik untuk membebaskan pilot Susi Air. Kita harap pilot itu dibebaskan sebelum hari raya Natal ini.”

Saran tersebut disampaikan Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey sebagaimana dikutip Pos-Kupang.com dari layar video yang viral di medis sosial, Kamis 7 Desember 2023.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved