Berita NTT
Bank Indonesia Proyeksi Ekonomi NTT Tumbuh pada Kisaran 3,29 Sampai 4,09 Persen pada 2024
Mengusung tema Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional yang disaksikan secara daring dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT
Penulis: Agustina Yulian Tasino Dhema | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Asti Dhema
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur ( KPw BI NTT ) memproyeksikan ekonomi NTT terus bertumbuh positif pada 2024.
Mengusung tema Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional yang disaksikan secara daring dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT pada Rabu, 29 November 2023 Deputi Kepala KPw BI NTT, Pratyaksa Candraditya melaporkan, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) atau Nataru, selanjutnya pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2024 diprakirakan meningkat pada kisaran 3,29 persen sampai dengan 4,09 persen secara tahunan (yoy).
Dengan asumsi permintaan domestik yang tetap kuat di tengah penyelenggaraan pesta demokrasi, peningkatan kapasitas fiskal, pembangunan infrastruktur pemerintah dan akselerasi investasi terutama melalui proyek strategis nasional pengembangan infrastruktur pariwisata yang terus berjalan.
Baca juga: Catatan Bank Indonesia Untuk Ekonomi NTT 2023
Dari sisi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) inflasi inflasi gabungan 3 kota di NTT terkendali dalam rentang sasaran tiga plus minus satu (3+-1) persen.
Hingga Oktober 2023, inflasi NTT tercatat sebesar 2,37 persen atau telah jauh melandai dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Sinergi dan kolaborasi TPID telah diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi NTT, urban farming, gerakan budidaya pangan mandiri, operasi pasar murah dan subsidi ongkos angkut, optimalisasi kerja sama antardaerah, pembentukan dan peningkatan kapasitas perumda kota Kupang serta pemasangan display harga di 3 Pasar utama Kota Kupang.
Baca juga: Panen Perdana Digital Farming, Bank Indonesia Dukung Terkendalinya Inflasi Volatile Food di NTT
"Kami sangat mengapresiasi seluruh sinergi dan kolaborasi yang kita lakukan bersama di NTT ini. Kolaborasi tersebut menghasilkan prestasi yang menggembirakan tahun ini kita berhasil memperoleh treble winner TPID Awards yang dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia kepada TPID Provinsi NTT, TPID Kota Kupang, dan TPID Kabupaten Sabu Raijua. Selain itu Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ende juga berhasil memperoleh nominasi dalam TPID. Ada pun Kabupaten lainnya yakni Kabupaten Sumba Timur juga memperoleh penghargaan. Berbagai prestasi ini tentunya patut kita syukuri serta menjadi penambah semangat kita untuk terus bersinergi dalam mewujudkan inflasi yang terkendali di provinsi NTT," jelas Adit
Koordinasi kebijakan dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Mitra strategis dalam ttip dan tpid akan terus diperkuat sehingga pada akhir tahun 2024 BI NTT memprakirakan inflasi NTT tetap berada pada rentang sasaran 2,5+-1 persen. Target tersebut dapat kita capai dengan Sinergi dan kolaborasi bersama. (dhe)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.