Pilpres 2024
Jubir Ganjar-Mahfud Temukan Indikasi Aparatur Tak Netral, Kini Dirikan Posko Pengaduan
Dinamika politik makin memanas dari hari ke hari. Selain lembaga survey melakukan jajak pendapat, tiap tim kerja juga jajaki kekuatan masing-masing.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Pos pengaduan tersebut, lanjut dia, ada di Media Center TPN Ganjar-Mahfud di Menteng, Jakarta. Pos Pengaduan itu, katanya, dalam rangka memastikan pelaksanaan pemilu yang bersih dan adil.
"Kami harus terus-menerus berteriak soal netralitas aparat. Satu-dua hari ini TPN Ganjar-Mahfud akan buka pos pengaduan. Kami akan pelajari case by case dengan melihat bukti-buktinya. Kami akan memprioritaskan laporan ke Kapolri," kata Todung Mulya.
Dalam konferensi pers, Todung menyatakan pentingnya pelaporan langsung ke pusat panggilan netralitas, mengingatkan bahwa pemilu harus dilaksanakan dengan integritas.
Dia menambahkan bahwa apabila ketidaknetralan tidak ditangani dengan serius, ini bisa menjadi indikasi adanya masalah besar.
Todung juga menyoroti potensi masalah ketika lembaga penegak hukum mendukung satu calon tertentu, yang bisa merusak integritas pemilu dan memecah belah masyarakat.
Baca juga: Implementasi Program Kebermanfaatan Relawan, Santri Ganjar Beri Paket Pangan untuk Warga di Kupang
Baca juga: Meski Bersaing dengan Khofifah Tapi Yenny Wahid Optimis Kalau Jawa Timur Milik Ganjar-Mahfud
Dia menegaskan bahwa pemilu harus transparan dan bebas dari intervensi otoritas.
Dia juga mengritik tindakan aparat yang berpihak, seperti penurunan baliho Ganjar-Mahfud sementara membiarkan baliho lawan politik mereka. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.