Berita Manggarai

Aksi Mahasiswi Gadungan Saat Wisuda Unika St Paulus Ruteng, Pakai Toga dan Ajak Orangtua

Acara wisuda yang dilaksanakan Unika St Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, diwarnai aksi mahasiswi gadungan.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
WISUDA - Suasana wisuda 752 sarjana dan ahli madya di Unika St Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Sabtu 11 November 2023. 

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Acara wisuda di Unika St Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu 11 November 2023, diwarnai aksi mahasiswi gadungan.

Mahasiswi gadungan itu nekat mengajak orangtuanya datang mengikuti wisuda.

Dia datang dengan memakai toga dan sudah dirias, namun tidak diizinkan masuk ke ruangan karena tanpa atribut.

Mahasiswi gadungan tega menipu orangtuanya selama 4 tahun, sejak tahun 2019.

Peristiwa ini dibenarkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika St Paulus Ruteng Marsel Ruben Payong.

Ia menjelaskan, pada Sabtu pagi, anak perempuan itu datang ke kampus dan memakai toga layaknya wisudawan lainnya.

Dia datang terlebih dahulu dari orangtuanya.

"Dia datang sudah rias segala, seperti teman-teman lain," jelas Marsel Ruben Payong, Senin 13 November sore.

Baca juga: Wisuda Sarjana dan Ahli Madya UNIKA Santu Paulus Ruteng, Ini Pesan Rektor Maksimus Regus

Ia membeberkan, kebohongan perempuan itu mulai terungkap ketika dirinya tak diizinkan masuk oleh panitia wisuda. Sebab, dia tidak memiliki tanda pengenal dan atribut lain seperti peserta lainnya.

"Karena semua wisudawan sudah punya pengenal dan screening yang ketat dari panitia maka dia tidak masuk. Konon dia bersembunyi di luar gedung tempat wisuda," beber Marsel Ruben Payong.

Marsel mengaku mendapat informasi dari panitia wisuda ada orangtua yang mencari anaknya karena namanya tidak dipanggil saat acara wisuda. Ia pun meminta admin Pangkalan Data (PD) untuk mengecek kembali nama itu.

"Dicek di PD Dikti dan pangkalan data kami, nama itu tidak ada. Ternyata dia pernah daftar sebagai calon mahasiswa baru tahu 2019 dan terekam di sistem penerimaan mahasiswa baru kami. Tetapi tidak melengkapi berkasnya sehingga dianggap mengundurkan diri dan tidak terdaftar sebagai mahasiswa kami. Belakangan, nama mahasiswi gadungan itu tidak tercatat di data Kementerian Pendidikan," ungkap dia.

Ia menambahkan, di internal kampus, mekanisme kontrol sudah berjalan bagus. Bahkan jauh sebelum wisuda, nama-nama wisudawan sudah ditempel dan diumumkan, sehingga tidak mungkin ada yang lolos. Sebab, kontrol terakhir ada di Pangkalan Data Dikti. Hanya yang jadi masalah, lanjut dia, pada saat wisuda, banyak orang yang datang dari mana-mana, sehingga sulit dikontrol.

Baca juga: Mahasiswa Poltekes Bunuh Diri di Jembatan Liliba Sempat Undang Teman Kampus Hadiri Acara Wisuda

"Pada saat-saat seperti ini, para gadungan penyusup bisa saja muncul. Karena itu kami imbau agar orangtua yang anaknya kuliah, di mana saja, harus selalu mengecek status keaktifan mereka di pangkalan data PT di http://pddikti.kemdikbud.go.id," imbuhnya.

752 Sarjana dan Ahli Madya

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved