Gempa Kupang
Camat Amarasi Barat dan Amarasi Selatan Sisir Wilayah Terdampak Gempa Bumi
Di Desa Retraen terdata 16 rumah warga retak satu buah gedung gereja GBI Firdaus juga mengalami temboh retak.
Penulis: Yohanes Alryanto Tapehen | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen
POS-KUPANG.COM, OELAMASI - Dua camat di Kabupaten Kupang yang wilayahnya dekat dengan epicentrum gempa 6,6 SR di Kabupaten Kupang turun langsung untuk melihat kondisi masyarakat yang terdampak. Dua camat itu masing-masing Camat Amarasi Barat Frans Wewo yang salah satu desanya merupakan pusat getaran gempa bumi di Desa Erbaun dan Camat Amarasi Selatan Tonci Teuf.
Frans Wewo mulai menyisir dari Kelurahan Teunbaun menyusur desa-desa di wilayah selatan dan berakhir di Desa Erbaun yang kemudian bersama Sekertaris Desa Erbaun dan para kepala dusun menuju perumahan warga di sekitar titik pusat gempa di Dusun 4 Desa Erbaun.
Di tengah perjalanan Kepala Kantor SAR Kupang I Putu Sudayana juga menyusul sambil memantau keadaan disana yang kemudian menyambangi masyarakat yang sementara berkumpul dan memberikan edukasi terkait gempa.
Baca juga: Gempa Kupang 6,6 SR, Gedung Kantor Bupati Kupang NTT Retak Hingga Plafon Lantai II Rusak Berat
Sementara Camat Amarasi Selatan Tonci Teuf bersama kades dan lurah serta tim dari BPBD Kabupaten Kupang mulai menyisir wilayah Amarasi Selatan sambil mendata kerusakan rumah warga.
Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga ikut hadir untuk mengambil data korban dampak gempa bumi.
Tim BMKG Kupang yang dikomandoi oleh Sholakhudin Noor Falah KoorBid Datin Stageof BMKN Kupang juga ikut turun melihat dan mengecek epicentrum gempa di Desa Erbaun.
Dari data yang mereka paparkan di Kecamatan Amarasi selatan terdapat kerusakan rumah warga di Kelurahan Sonraen 4 rumah, Kelurahan Buraen 2 rumah permanen serta satu tembok pembatas gereja yang ambruk.
Baca juga: Situasi Sudah Kondusif Pasca Gempa 6,6 SR Guncang Kupang Pagi Tadi
Di Desa Retraen terdata 16 rumah warga retak satu buah gedung gereja GBI Firdaus juga mengalami temboh retak.
Di Desa Sahraen terdata 10 mengalami dampak gempa bumi serta satu gereja juga ikut mengalami kerusakan ringan. Sementara di Desa Nekmese terdata hanya 1 rumah yang mengalami kerusakan ringan.
Jadi secara total jumlah rumah warga dan tempat ibadah di Kecamatan Amarasi Selatan yang terdampak gempa bumi yakni 31 unit rumah warga dan 3 bangunan gereja.
Di Kecamatan Amrasi Barat, Desa Nekbaun dan Desa Tunbaun masing-masing 1 unit rumah mengamami kerusakan ringan, sementara di Kelurahan Teunbaun 2 buah fasilitas umum yakni pospol Amarasi dan Puskeswan mengalami kerusakan berupa retak tembok.
Sehingga total keseluruhan di Kecamatan Amarasi Barat berjumlah 2 unit rumah warga dan 2 unit fasilitas umum.
Sementara Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata melalui Kapolsek Amarasi Ipda Thomas Radiena mengatakan dampak gempa bumi yang terjadi di wilayah hukum Polsek Amarasi tidak ada korban jiwa.
Namun untuk pendataan dan penanganan lanjutan bencana gempa bumi Polres Kupang juga menyiagakan personil Bhabinkamtibmas desa di wilayah hukum Polsek Amarasi sementara dilapangan untuk mendata lengkap drumah warga, gedung pemerintahan dan tempat ibadat yang terdampak gempa bumi. (ary)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.