KKB Papua
Senjata Api Terbatas, KKB Papua Gunakan Anak Panah Serang Pekerja Puskesmas
Lantaran senjata api yang dimiliki demikian terbatas, anggota KKB Papua kini menggunakan busur dan anak panah untuk menyerang warga sipil. Simak Ini.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
Baru satu dua hari berada di wilayah bergolak tersebut, pasukan TNI Polri ini tiba-tiba terlibat adu kontak dengan anggota KKB Papua. Peristiwa ini terjadi saat KKB Papua melakukan penyerangan secara mendadak di Kampung Mondusit, Distrik Serambakon.
Dalam peristiwa tersebut, lima anggota KKB Papua dinyatakan tewas ditembak. Senjata api yang digunakannya pun berhasil dirampas oleh prajurit TNI Polri.
Sejak insiden yang terjadi pada Sabtu 30 September 2023 itu sampai dengan saat ini, KKB Papua tak lagi berkutik di wilayah Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Di kala suasana di Pegunungan Bintang itu berubah menjadi kondusif, suasana kisruh justeru muncul di Kabupaten Yahukimo. Suasana ini terjadi, saat KKB Papua menyerang lokasi pendulangan emas di Kali Satu, Kampung Mosomduba, Distrik Seradala.
Dalam serangan tersebut, tujuh warga sipil yang sehari-harinya bekerja sebagai pendulang emas, dijemput maut. Tujuh korban ini tewas mengenaskan diserang KKB Papua.
Setelah para korban jatuh terkena tembakan, KKB Papua masih melakukan lagi tindakan keji yakni menyayat tubuh korban dengan senjata tajam yang dimilikinya.
Akibatnya, para korban tersebut tewas dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Selain tubuhnya berlubang-lubang gegara terkena peluru, kondisi tubuh para korban juga penuh dengan luka yang menganga lebar.
Sementara 11 pendulang emas lainnya, berhasil menyelamatkan diri. Para korban yang selamat itu sembunyi di balik hutan belukar yang ada di sekitar lokasi penambangan tersebut.
Dalam situasi yang masih mencekam, tiba-tiba datang bala bantuan dari prajurit TNI Polri. Tim yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz itu berusaha mengevakuasi para korban ke tempat yang aman.
Usaha itu memang berhasil, kendati berada dalam suasana menegankan, karena terus diserang oleh KKB Papua dengan tembakan dari jarak jauh.
Dalam aksi penyelamatan warga sipil itu, Satgas Ops Damai Cartenz terlibat adu tembak dengan KKB Papua sekitar hampir dua jam lamanya.
Akhir dari pertempuran tersebut, adalah anggota KKB Papua itu berhasil dipukul mundur dari medan pertempuran hingga akhirnya memilih lari menyelamatkan diri.
Sementara ketika Satgas Ops Damai Cartenz menyisir lagi area di sekitar lokasi kejadian tersebut, ditemukan lagi 25 warga sipil yang adalah pendulang emas, masih bersembunyi di tengah hutan di sekitar Kali Satu, Kampung Mosomduba, Distrik Seradala.
Pada saat itu juga, 25 warga sipil itu langsung dievakuasi dan dibawa ke tempat yang aman. Dengan demikian sampai dengan saat ini sudah 45 pendulang emas yang telah berhasil diselamatkan dari incaran kelompok kriminalis bersenjata.
Sementara kabar lainnya, adalah seusai menyerang para pendulang emas di Kampung Mosomduba, 9 oknum anggota KKB Papua kemudian menyerang 22 pekerja bangunan Puskesmas di Kampung Eromada, Distrik Omukia, mendapat serangan mendadak dari Kelompok Separatis Teroris pada Kamis 19 Oktober 2023 sekitar pukul 13.00 WIT.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.