Berita Lembata
Peringati Otonomi Daerah Lembata, Dinas Pertanian Tanam Jagung Hibrida untuk Ketahanan Pangan
aksi tanam jagung sebelum musim tanam ini bertujuan untuk menanggulangi krisis pangan global.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Para penyuluh Pertanian di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata melakukan penanaman jagung Hibrida di kebun milik salah seorang Petani di Kota Lewoleba.
Penanaman jagung ini merupakan bentuk kerja nyata Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata dalam merayakan HUT Otonomi Daerah Kabupaten Lembata ke-24.
Kanis Tuaq, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata mengatakan, kegiatan tanam jagung itu merupakan aksi mereka dalam merayakan HUT Otda Lembata di tahun 2023.
Sebanyak setengah hektar luas lahan di belakang Hutan Keam-Lewoleba ditanam benih jagung Hibrida oleh para penyuluh bersama Pius Namang, seorang petani di kebun itu.
Baca juga: Krisis Air Bersih Landa Tiga Desa di Kecamatan Nagawutung Lembata
“HUT Otda kalau hanya sebatas rayakan saja itu kita belum maknai makanya kita lakukan kerja nyata tanam jagung untuk ketahanan pangan hanya setengah hektar,” ujar Kanis Tuaq kepada wartawan di lokasi penanaman jagung, Kamis 12 Oktober 2023.
Kanis juga menuturkan, penanaman itu juga bertujuan mengatasi kekurangan jagung di musim Paceklik di bulan Desember, Januari dan Februari.
Dia menargetkan, pada bulan Februari 2024, jagung yang ditanam sudah bisa dipanen.
"Sehingga ada stok di saat itu,” tambah kadis yang kaya akan inovasi ini.
Menurutnya, alasan sehingga dilakukan tanam sebelum musim hujan, karena lahan di kawasan Hutan Keam kaya akan air sehingga waktu tanam sedikit dimajukan dari biasanya.
Lebih jauh, ia berujar, untuk musim tanam tahun ini, pihaknya akan menggelontorkan 7.5 ton benih jagung hibrida kepada seluruh petani di Lembata.
Bagi dia, upaya ini bermaksud untuk membantu para petani ditingkat desa supaya tidak susah mencari benih sewaktu musim tanam.
“Sekitar luas lahan 500 hektar akan kita tanam dengan benih itu,” ucap pria yang disinyalir digadang-gadang oleh beberapa parpol untuk maju dalam Pilkada Lembata 2029 nanti.
Baca juga: Progres Pengerjaan Ruas Jalan dari Dana Inpres Jalur Tengah Lembata Paling Tinggi di NTT
Selain benih jagung hibrida, Kanis juga mengaku akan mendistribusikan pupuk untuk para petani menjelang musim tanam 2023.
Sementara itu, Pius Namang mengatakan, aksi tanam jagung sebelum musim tanam ini bertujuan untuk menanggulangi krisis pangan global.
Dirinya juga mendorong agar para petani di Lembata bisa memanfaatkan lahan tidur untuk ditanami jagung.
“Apresiasi kepada pemerintah karena selalu mendukung petani,” tandas Pius.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.