Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik 28 September 2023, Bawalah Kayu dan Bangunlah Rumah Allah
Cara pandangnya yang minus kasih itu melahirkan sikap menghancurkan dan menghabiskan hidup orang lain.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik 28 September 2023, Naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah Allah. Maka Aku akan berkenan menerimanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ.
Renungan Harian Katolik ini ditulis oleh Renungan RP Markus Tulu SVD yang mengacu dalam bacaan Hag. 1:1-8; Luk. 9: 7-9
Di saat bangsa Israel masih mau menunda-nunda untuk membangun kembali rumah Allah, Tuhan hadir lewat diri nabi Hagai dan dengan penuh wibawa berkata, "Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan?
Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah Allah. Maka Aku akan berkenan menerimanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ."
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Jangan Membawa Apa-apa
Sabda Tuhan ini hendaknya menyadarkan kita untuk tahu bersyukur setelah kita mengalami hidup baik dan ingat akan Tuhan.
Membangun kembali rumah Tuhan haruslah dijawabi segera karena di sanalah Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya. Rumah Tuhan adalah tempat yang kudus dan suci. Karena di dalamnya kemuliaan Tuhan bersemayam.
Memang sebagai manusia kita kadang dan bahkan sering berpikir dan bersikap berseberangan dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Sebagai manusia kita terlalu berpusat pada kepentingan diri. Berkurban untuk Tuhan pun kadang-kadang kita protes dan membangkang.
Apalagi untuk sesama. Kehadiran sesama bukan dipandang sebagai sebuah kekuatan yang konstruktif tapi justru dilihat sebagai saingan yang mesti disingkirkan bahkan dilenyapkan. Tentang hal ini kita lihat cara berpikir dan sikap Herodes terhadap kehadiran Yesus yang dianggap lebih potensial dan andal dari dirinya.
Cara pandangnya yang minus kasih itu melahirkan sikap menghancurkan dan menghabiskan hidup orang lain.
Cara pandangnya itulah yang membuat dirinya menjadi cemas dan tidak nyaman. Cara pandangnya itulah yang mendesaknya menggunakan kekuasaannya secara salah yang berdampak banyak orang menjadi korban.
Apakah sikap batin kita tetap terarah kepada kebenaran ketika menghadapi siapa pun dan situasi apa pun di tengah kebersamaan hidup dengan orang banyak?
Lampiran Bacaan 28 September 2023
Bacaan I: Hag 1:1-8
Bangunlah rumah Tuhan, dan Aku akan berkenan menerimanya.
Pembacaan dari Nubuat Hagai:
Pada tahun kedua pemerintahan raja Darius,
pada hari pertama bulan keenam,
datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan nabi Hagai
kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda,
dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
"Beginilah sabda Tuhan semesta alam,
'Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya
untuk membangun kembali rumah Tuhan!"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/markus-tulu-svd-rp_05.jpg)