Selasa, 21 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Kamis 28 September 2023, Belas Kasih Versi Keangkuhan

Kalau dalam hidup Yesus mengandalkan belas kasih, Herodes justru mengandalkan keangkuhannya

|
Editor: Edi Hayong
YOUTUBE/SUARA PAGI RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RENUNGAN - Renungan Harian Katolik Kamis 28 September 2023 berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Belas Kasih Versi Keangkuhan. 

POS-KUPANG.COM- Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Belas Kasih Versi Keangkuhan.

Kali ini RP. John Lewar SVD menulis Renungan Harian Katolik Hari Biasa Pekan XXV  merujuk bacaan Hagai 1: 1 - 8, Mazmur 149: 1-2.3-4.5-6a.9b dan Injil :
Lukas 9: 7-9

Berikut ini teks lengkap Renungan  Harian Katolik RP.John Lewar SVD

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Melalui Nabi Hagai Allah menegur Israel mengenai Bait Allah yang dibiarkan dalam reruntuhan, sementara mereka sibuk dengan kepentingan masingmasing. Mereka diingatkan akan pelbagai usaha dan jerih payah sia-sia akibat hidup yang tidak terarah kepada Allah. Hagai mengajak Israel untuk bertobat, mau membarui diri, lebih cermat dan lebih jujur memperhatikan keadaan mereka.

Kita tentu tahu siapa Yesus dan Herodes. Yesus adalah orang yang menjadi panutan kita orang Kristen sedangkan Herodes adalah orang yang memerintah
sebagai raja atas bangsa Yahudi, padahal Herodes sendiri bukan orang Yahudi.

Yesus adalah orang yang identik dengan belas kasih sedangkan Herodes adalah orang yang malah dilambangkan dengan keangkuhan. Yesus dan Herodes adalah dua pribadi yang sangat bertolak belakang.

Kalau dalam hidup Yesus mengandalkan belas kasih, Herodes justru mengandalkan keangkuhannya. Belas kasih adalah sikap utama Yesus dalam mewartakan kehendak dan rencana Bapa, sedangkan keangkuhan adalah suatu sikap yang dimiliki dan dipraktekkan oleh Herodes selama masa kepemimpinannya.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 28 September 2023, Siapakah Gerangan Dia Ini ?

Baca juga: Renungan Harian Katolik 27 September 2023, Memberikan Tenaga dan Kuasa

Karena keangkuhannya maka setiap orang yang lebih terkenal namanya tidak ia sukai dan akan melakukan sesuatu yang jahat terhadap orang itu. Yohanes Pembaptis misalnya, kepalanya dipenggal karena pernah menegur Herodes dalam hal perkawainannya.

Perlakuan yang sama juga ditunjukkan Herodes dalam bacaan hari ini. Ia iri terhadap Yesus yang memang lebih tenar dan terkenal dibanding dirinya. Karena itu, ia berusaha untuk bisa berjumpa dengan Yesus. Akan tetapi, ia mengira bahwa Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang sudah bangkit kembali dari antara orang-orang mati.

Ternyata, keangkuhan Herodes membuat dirinya tidak mengenal Yesus sebagai Penyelamat bangsanya sehingga ia masih bertanya-tanya lagi, siapa Yesus sebenarnya.

Keangkuhan membuat Herodes tidak mengenal Yesus dengan benar, padahal Yesus sudah lama hidup di antara rakyat yang berada di bawah kepemimpinan Herodes sendiri dan bahkan Yesus tergolong sebagai rakyat dalam pemerintahan Herodes.

Situasi ini tidak menjamin Herodes untuk mengenal Yesus. Ada dua sikap yang ditawarkan kepada kita hari ini, yakni belas kasih dari Yesus dan keangkuhan dari Herodes. Kita sebagai pengikut Yesus diharapkan dapat mencerminkan sikap Yesus itu dan berusaha untuk menolak sikap yang dimiliki oleh Herodes.

Kalau kengakuhan adalah bagian dari hidup kita, kita sama sekali bukan pengikut Yesus yang sejati, sebaliknya kita adalah Herodes-herodes kecil yang hanya membawa nama Yesus begitu saja dan merugikan orang lain.

Mari kita melihat keberadaan kita selama ini, apakah kita adalah orang yang mempraktekkan apa yang dilakukan Yesus atau malah Herodes?

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 27 September 2023, Mengandalkan Tenaga dan Kuasa dari Yesus

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved