Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 26 September 2023, Mendengar dan Melaksanakan Sabda

Renungan Harian Katolik ini ditulis RD Ignasius TA merujuk pada bacaan injil Lukas 8:19-21, pekan biasa XXV/A.

Editor: Eflin Rote
GBIKA.ORG
Ilustrasi Berkat Tuhan. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik edisi Selasa 26 September 2023 ditulis oleh RD Ignasius TA.

Renungan Harian Katolik ini ditulis RD Ignasius TA merujuk pada bacaan injil Lukas 8:19-21, pekan biasa XXV/A.

Renungan Harian Katolik ini bertema Mendengar dan Melaksanakan Sabda.

Saudara adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada seseorang yang memiliki hubungan keluarga dengan kita atau siapa saja, melalui persamaan darah atau perkawinan.

Ini bisa mencakup saudara kandung (memiliki orang tua yang sama), saudara tiri (yang memiliki salah satu orang tua yang sama), saudara angkat (yang diadopsi), atau saudara ipar (melalui perkawinan dengan saudara kandung salah satu pasangan). Definisi "saudara" dapat bervariasi tergantung pada konteks budaya dan hukum di berbagai tempat.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 26 September 2023, Tiga Cara Membangun Persaudaraan Sejati dengan Sesama

Nilai atau makna dari sebuah persaudaraan adalah saudara dapat menjadi dukungan emosional bagi masing-masing pribadi. Saudara merupakan bagian penting dari jaringan keluarga, guna memelihara ikatan kekeluargaan dan tradisi.

Dalam hidup berkeluarga, orang bisa belajar berkompromi, bertoleransi, dan berbagi. Semua yang hidup di dalamnya akan saling menerima tanggung jawab, lalu menjalankannya.

Saudara yang hidup dalam suasana rukun dan damai akan dengan mudah merawat hidup satu sama yang lain.

Sabda Yesus yang kita renungkan pada hari ini memberi makna lain kata saudara itu sendiri, yang tidak sebatas "hubungan darah" melainkan mereka yang senantiasa mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya. Yesus menjadikan kita saudara, jika kita mampu mendengar dan melaksanakan Sabda Allah.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 26 September 2023, Mereka yang Mendengarkan Sabda Allah

Dalam perikop ini, Yesus seolah-olah menolak untuk bertemu dengan Ibu-Nya. Penginjil Lukas menulisnya pada ayat 21, "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya".

Dalam ayat ini, Yesus justru sedang menegaskan  kepada para pembaca bahwa Maria adalah orang yang pertama menjalankan perintah Yesus ini. Maria lebih percaya pada kehendak Allah dan ia menekuninya dalam hidup dan karyanya.

Mari kita belajar beriman dari Maria, kita berusaha seperti Maria, selalu mendengar Sabda Allah dalam seluruh hidup kita. Semoga kita semua mampu bersaudara dengan Yesus dan Maria, serta semua orang.

Marilah berdoa:

"Allah Bapa sumber iman kepercayaan, Engkau menghendaki kami mengimani Sabda-Mu seutuhnya. Kami mohon, terangkanlah maksud segala sesuatu yang tertulis dalam Kitab Suci, dan semoga kami bersedia mengenal kehendak-Mu. Ajarilah kami juga menyesuaikan tingkah laku dan hidup kami dengan kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amien..."
"Pace e bene"

Salam sehat, Tuhan memberkati...

(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved