Kamis, 23 April 2026

NTT Terkini

Pemprov NTT, Bali, NTB Teken MoU dengan Pengelola Sirkuit Mandalika

Tiga pemerintah provinsi (Pemprov) bekerja sama dengan pengelola Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Editor: Alfons Nedabang
TRIBUN LOMBOK.COM
TEKEN MOU - Dari kiri ke kanan, Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengangkat dokumen nota kesepahaman usai penandatangan, Selasa (25/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Tindak lanjut dari Kerja Sama Regional Bali Nusa Tenggara
  • Realisasi mulai tahun 2026
  • Gubernur NTB sebut memiliki sejarah panjang
 

 

POS-KUPANG.COM, MATARAM - Tiga pemerintah provinsi (Pemprov) bekerja sama dengan pengelola Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.

Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) telah dilaksanakan pada Selasa (25/11/2025).

Ketiga pemerintah daerah dimaksud, yakni Pemprov Bali, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT).

MoU ditandatangani oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Penandatanganan MoU merupakan tindak lanjut dari Kerja Sama Regional Bali Nusa Tenggara (KR-BNN) yang sebelumnya berlangsung di Pulau Dewata.

Dalam kerja sama ini, sekurang-kurangnya terdapat 10 poin yang menjadi pembahasan.

Namun dari sejumlah poin tersebut, di tahap awal ini ada tiga bidang yang menjadi fokus kerjasama ini, seperti pariwisata, transportasi dan energi baru terbarukan.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, kerja sama antarprovinsi ini bukan kali ini saja terjadi tetapi memiliki sejarah yang panjang sejak dulu. 

"Provinsi ini bukan diharuskan bekerja sama, tetapi ditakdirkan untuk bekerja sama. Karena banyak kesamaan. Dulu Sunda Kecil kami bertiga. Yang berbeda di kami agama mayoritas," kata Iqbal.

Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengatakan, ada beberapa kesamaan yang ingin dikembangkan antara Bali, NTB dan NTT ini seperti ekonomi hijau dalam rangka menjaga lingkungan.

"Kami ini pulau kecil, kalau tidak dikendalikan terjadi climate change (perubahan iklim) dan kamilah korbannya," kata Iqbal.

Selain itu, provinsi yang dulunya menjadi bagian dari Sunda Kecil ini akan mengembangkan ekonomi biru (blue ekonomi). Tiga provinsi ini memiliki kesamaan yang sama, hidup dari Bali.

"Kami ini kepulauan hidup dari kekayaan laut, laut harus kami jaga dan ini offering pariwisata dan hasil laut yang kami tawarkan," kata Iqbal.

Iqbal berharap kerjasama ini bisa direalisasikan mulai 2026 dengan mengembangkan tiga sektor utama seperti energi terbarukan, konektivitas dan pariwisata.

Hadir dalam penandatanganan ini Bupati/Walikota se-NTB, Managing Director Stakeholder Management Danantara Rohan Nafas serta perwakilan badan usaha milik negara (BUMN). (*)

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved