Opini
Opini Sarlianus Poma: Menanti Visi Ekonomi Capres Indonesia
Pesta demokrasi tersebut akan berlangsung di tahun 2024. Pesta demokrasi 5 tahunan ini adalah sebuah momentum yang sangat dinantikan oleh masyarakat
POS-KUPANG.COM - Sebentar lagi Indonesia akan menggelar pesta demokrasi, tepatnya di tahun 2024. Tahun 2024 adalah tahun politik. Tahun di mana Indonesia akan melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) secara langsung. Pemilihan DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten, DPD, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Juga pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota dan Bupati di beberapa daerah. Pesta demokrasi tersebut akan berlangsung di tahun 2024. Nasib dan masa depan bangsa Indonesia 5 tahun akan datang ditentukan oleh pemimpin yang dilahirkan pada Pemilu 2024 mendatang.
Pesta demokrasi 5 tahunan ini adalah sebuah momentum yang sangat dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Penantian itu sangat dirindukan karena Indonesia ingin pemimpin dengan wajah baru kedepan.
Baca juga: Opini Valerius P Guru: Ama Kalake, Pesan LBP dan “Garam” di NTT
Baca juga: Bupati Timor Tengah Utara Pastikan Bantu Biaya Pengobatan Korban Penembakan di Jembatan Oemanu
Di satu sisi, sebagian besar publik Indonesia masih menginginkan Pak Jokowi untuk memimpin Indonesia. Namun, di sisi lain secara konstitusi, Pak Jokowi sudah memimpin Indonesia selama 2 periode (2014-2019, 2019-2024).
Dan konstitusi kita memberi batasan kepada seorang yang menduduki jabatan politik sebagai Presiden/Wakil Presiden, Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, Bupati/Wakil Bupati cuma 2 periode.
Artinya setelah 2 periode memimpin, ia tidak bisa memimpin lagi. Konstitusi kita sudah mengatur demikian. Dan kita harus tunduk pada konstitusi tersebut.
Pegelaran pesta demokrasi sebentar lagi akan dilaksanakan. Publik Indonesia sudah tak sabar menantinya. Publik Indonesia menanti visi para capres terkait ekonomi Indonesia kini dan yang akan datang.
Berdasarkan perkembangan informasi yang kita saksikan lewat pemberitaan di media baik media cetak, maupun televisi, sudah terdapat 3 nama bakal calon presiden (Capres) yang diusung oleh partai dan partai koalisi. 3 nama capres tersebut adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anis Baswedan.
Baca juga: Opini Micael Josviranto: Refleksi Korektif terhadap Proses Pentahapan Pemilu 2024
Saat ini publik Indonesia sedang menyaksikan drama politik yang dipertontonkan para elit. Bongkar pasang koalisi maupun pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden menjadi hal mencolok yang dipertontonkan kepada publik dalam kontestasi menuju 2024.
Publik hanya menonton drama-dinamika yang terjadi, mengingat aspirasi publik juga tidak diminta untuk menjadi bagian dari pertimbangan, kecuali kaitannya dengan elektabilitas calon yang mereka usung.
Dalam konteks ini, mudah kita untuk merasakan gersangnya gagasan yang ditampilkan para calon untuk kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Belum lagi drama berikutnya, berupa perebutan jatah utusan partai mana yang menjadi bakal calon wakil presiden.
Nyatanya, kegersangan tersebut memiliki lapisan-lapisan keras yang sulit digemburkan. Bukan hanya gersang gagasan dari elit politik, tetapi upaya di tengah masyarakat juga mengalami jalan terjal dalam membangun diskursus ide dan gagasan. (Media Indonesia:22/09/2023).
Sembari menanti Visi Ekonomi Capres. Mari kita lihat potret pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia. Negara – Negara Asia diprediksikan oleh Bank Dunia (World Bank) dan The International Monetary Fund (IMF) akan berada di urutan 5 negara teratas dari ukuran Produk Domestik Bruto ( PDB) secara global di tahun 2024.
Hal ini tentu menurunkan kekuatan ekonomi Eropa ke peringkat yang lebih rendah. Dilansir dari laman World Economic Forum atau weforum.org, Indonesia pun termasuk diantaranya yakni menempati posisi ke-5.
Sedangkan diposisi pertama ada Tiongkok, kedua ada Amerika Serikat yang turun dari posisi pertama pada 2008. Posisi ketiga India, dan keempat Jepang yang juga turun dari posisi pertama pada 2008 (Media Indonesia, 22/07/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Sarlianus-Poma-STIM-Kupang.jpg)