Minggu, 14 Juni 2026

Lepas Komodo di CA Wae Wuul

Enam Komodo Dilepasliarkan di CA Wae Wuul Labuan Bajo, Semuanya Jantan

Pemantauan itu dilakukan melalui GPS yang dipasang pada tubuh komodo, serta pantauan dari kamera trap.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
CAGAR ALAM - Komodo saat dilepasliarkan di Cagar Alam Wae Wuul, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, ditampilkan secara streaming dari layar televisi, Sabtu 23 September 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Sebanyak 6 ekor komodo jantan dilepasliarkan ke habitat aslinya di Cagar Alam (CA) Wae Wuul, Desa Macang Tanggar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 23 September 2023.

Acara seremonial pelepasliaran itu berlangsung di SDN Menjana, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo.

Jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari lokasi enam komodo itu dilepas.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Indra Eploitasia menjelaskan, enam komodo yang dilepasliarkan ini secara genetik berasal dari populasi yang hidup di CA Wae Wuul.

Baca juga: Enam Ekor Komodo akan Dilepasliarkan di Cagar Alam Wae Wuul Labuan Bajo

Enam komodo ini telah menjalani proses adaptasi di kandang habituasi selama 40 hari mulai 15 Agustus hingga 23 September 2023 sebelum dilepasliarkan.

Berdasarkan hasil pemantauan selama proses habituasi, enam komodo ini menunjukkan catatan positif mulai dari agresifitas, kemampuan adaptasi terhadap cuaca, kemampuan menghindari predator dan insting berburu.

Selain itu, lanjut dia, telah dilakukan survei lapangan untuk melihat kondisi habitat mulai dari ketersediaan pakan, serta keamanan dari gangguan yang bisa membahayakan kehidupan satwa langka itu.

"Proses habituasi bertujuan agar enam komodo ini dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dan mampu bertahan hidup di alam liar, dengan meminimalisir kontak fisik dengan manusia," kata dia.

Enam Komodo Dipasang GPS

Kepala BKSDA NTT Arief Mahmud, mengungkapkan enam komodo yang dilepas ini akan terus dilakukan pemantauan kurang lebih selama tiga tahun.

Pemantauan itu dilakukan melalui GPS yang dipasang pada tubuh komodo, serta pantauan dari kamera trap.

Menurutnya pemantauan itu penting dilakukan untuk melihat sejauh mana keberhasilan program maupun strategi Ex Situ link to In Situ, dan juga sebagai bahan evaluasi dalam pengambilan kebijakan.

Dengan data GPS itu disebutnya akan membantu pihaknya dalam melakukan pemantauan mulai dari pergerakan komodo, perjumpaan dengan komodo lain, serta perilaku dari komodo itu sendiri.

"Kembalinya komodo ke kampung halamannya menjadi salah satu upaya pelestarian komodo yang menjadi ikon dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo," ujar Arief.

Baca juga: WALHI NTT dan SMP SATAP Negeri 4 Komodo MoU Pembuatan Kurikulum Pendidikan Ekosistem Komodo

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
Live
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved