Breaking News

Berita Flores Timur

Serinuho Rawan Perdagangan Orang, HTW Flores Timur Sosialisasi Pencegahan

sehingga apa bila ada yang ingin bekerja padtikan mendaftarkan diri lewat Jalur resmi," ucap Lasarus saat membawakan materi.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
SOSIALIASASI - Sosialisasi penanggulangan TPPO di Desa Serinuho, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.OSIALIASASI - Sosialisasi penanggulangan TPPO di Desa Serinuho, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA -Tim Human Trafficking Watch (HTW) Kabupaten Flores Timur melakukan sosiasilasi penanggulangan Tindak Pidana Perdagangan Orang atau TPPO di Desa Serinuho, Kecamatan Titehena, Kamis 21 September 2023.

Ketua HTW Flores Timur, Sayman Peten Sili, mengatakan Serinuho sangat rentan terhadap kasus perdagangan orang. Banyak warga mengaku keluarganya pergi merantau tanpa kantongi dokumen resmi alias ilegal.

"Kami ambil lokasi di Serinuho karena dari pantauan dan data yang kami dapatkan, ada beberapa kasus TPPO," katanya kepada wartawan.

Menurutnya, korban dugaan TPPO bukan saja Anastasya Ria Kelen dan Paulina Jawa Kwuta, tapi masih ada beberapa orang lagi yang namanya luput dari data HTW Flores Timur.

Baca juga: Turnamen Futsal Sint Gabriel Cup 2023 Diikuti 20 Tim SD di Kabupaten Flores Timur

"TPPO memang seperti gunung es. Selama ini yang kami pantau hanya dua, ternyata selama ini masih ada beberapa kasus lagi," tuturnya.

Sosialisasi pencegahan kasus TPPO kali ini melibatkan pihak Polres Flores Timur yang diwakili Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim), Iptu Lasarus Martinus Ahab La'a.

Lasarus menuturkan,Pekerja Migran Indonesia atau PMI Ilegal sangat rawan kehilangan nyawa. Ia kembali menegaskan pentingnya merantau secara prosedural lewat 13 perusahaan yang terdaftar resmi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Flores Timur.

"Perekrutan, penampungan, dan pemberangkatan para PMI non prosedural yang beresiko kematian kepada masyarakat Desa Serinuho, sehingga apa bila ada yang ingin bekerja padtikan mendaftarkan diri lewat Jalur resmi," ucap Lasarus saat membawakan materi.

Dijelaskan, PMI jaiur resmi dapat bekerja lebih baik, aman, nyaman, terkoordinir, dan hak-hak sebagai PMI dapat diterima.

Ia mengajak semua pihak membantu Satgas TPPO untuk memberikan informasi jika ada oknum yang datang mengajak warga kerja ke luar daerah atau bahkan luar negeri.

Baca juga: BREAKING NEWS: Rumah Milik Pasutri ASN di Flores Timur Terbakar

"Kalau ada orang yang datang ke Desa Serinuho untuk ajak masyarakat kerja ke luar negeri dengan upah yang besar, segera lapor ke anggota Polri atau Pemerintah Desa," tandasnya

Kepala Desa Serinuho, Herman Yosep Lado Koten, mengaku wilayahnya memang rawan TPPO. Selain dua perempuan yang gajinya tak dibayar meski sudah bekerja hampir tiga tahun, ada lagi satu perempuan yang hilang kontak sejak 2002.

"Namanya Elisabet Nogo Oyan. Diam-diam pergi ke Malaysia tahun 2002. Hilang kontak sampai 2023 baru bisa baku kontak dengan keluarga," katanya.

Herman mengaku kegiatan oleh HTW Flores Timur sangat bermanfaat bagi warganya agar semakin mawas diri sebelum menerima tawaran dari perekrut.

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Mudah-mudahan warga dan kami semua dapat mengerti dan berpikir lebih baik lagi," harapnya.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved